Berita

Rusuh di Stadion Kanjuruhan/Net

Hukum

Kelar Kumpulkan Fakta Tragedi Kanjuruhan di Malang, TGIPF: Sudah Hampir Dapat Disimpulkan

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 23:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengumpulan fakta-fakta kejadian yang membuat ratusan orang meninggal dunia usai laga Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, kelar dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF).

Hal itu disampaikan Anggota TGIPF, Rhenald Kasali, usai mengikuti Rapat Koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (10/10).

"Bahwa Anggota TGIPF sudah kembali semua ke Jakarta, sudah mengumpulkan fakta-fakta, sudah membawa bukti-bukti, sudah mengumpulkan beberapa CCTV yang penting," ujar Rhenald.


Selain mengambil bukti-bukti yang diperlukan, TGIPF ternyata juga melakukan penyelidikan terkait dengan tata prosedur yang diterapkan dalam pertandingan Arema melawan Persebaya pada Sabtu malam (1/10) dengan standar yang diberikan organisasi sepak bola dunia FIFA.

"Sudah membaca seluruh sop ketentuan-ketentuan yang berlaku, dan hampir dapat disimpulkan banyak hal yang sudah ada tetapi tidak dijalankan, dan banyak hal kita membenarkan hal-hal yang sebetulnya itu tidak tepat," katanya.

Sebagai contoh, Rhenald menyebutkan bahwa hari ini TGIPF juga mengkonfirmasi hal-hal yang ditemukan dalam proses yang dilakukan di Malang dengan sejumlah pihak terkait.

"Hari ini tadi ada asosiasi pesepakbola profesional datang. Ternyata mereka mengatakan, selama ini diamankan dengan baracuda itu tidak tepat sebetulnya, yang harus diberikan itu adalah rasa aman dan membangun budaya sportivitas. Tapi sebetulnya itu sudah ada dari ketentuan FIFA, tidak dijalankan," demikian Rhenald.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya