Berita

Ilustrasi Jakarta kolaborasi di era kepemimpinan Anies Baswedan/RMOLJakarta

Nusantara

Era Anies, Warga Diajak Kolaborasi Bangun Jakarta

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 18:45 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dalam rangka mewujudkan visi ‘Maju Kotanya, Bahagia Warganya’, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan gencar melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Anies pun berhasil mengubah Jakarta menjadi City 4.0, di mana Pemerintah sebagai penyedia platform dan masyarakat sebagai co-creator. Dari sinilah lahir Plus Jakarta (+Jakarta) yang wadah penggerak untuk mewujudkan kolaborasi antarelemen masyarakat.

Anies mengungkapkan, kota Jakarta memiliki sumber daya kolaborator yang amat besar, karena Jakarta memiliki pakar, universitas, sektor privat, internasional think-tank, serta NGO yang amat banyak dan beragam. Sehingga, Pemerintah akan sangat disayangkan jika membangun tanpa melibatkan mereka.


“Begitu banyak terobosan dari seluruh masyarakat Jakarta. Mari kita teruskan kolaborasi ini,” kata Anies beberapa waktu lalu.

Terdapat enam kategori kolaborasi di +Jakarta, yaitu Environmental Resilience, Future of Work, Urban Regeneration, Innovation and Technology, Equality and Empowerment, Art and Culture.

Kontribusi para kolaborator begitu besar bagi kemajuan kota Jakarta, di mana bukan hanya pada pembangunan yang signifikan, tetapi juga saat penanganan pandemi Covid-19 berada pada titik terendahnya.

Melalui Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB), kolaborator dapat berdonasi untuk mereka yang membutuhkan. Dampaknya telah tersalurkan ke lembaga sosial dan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Selama pelaksanaan KSBB 2020-2021, telah melibatkan 500 kolaborator, menghadirkan 2.000 kegiatan kolaborasi, dan diterima oleh 500.000 penerima manfaat atau 10% dari 4,7 juta warga rentan di Jakarta.

Tak hanya itu, berbagai kolaborasi telah berjalan yang tidak hanya memberikan solusi atas permasalahan Jakarta, tetapi juga membentuk Jakarta menjadi kota yang lebih maju dan lebih hidup. Berikut adalah beberapa kolaborasi yang telah berjalan di Jakarta:

- Komunitas+Jakarta

Jakarta telah bekerjasama dengan berbagai komunitas untuk menciptakan kota yang sesuai dengan kebutuhan warganya. Salah satunya, pembuatan papan informasi berupa penanda (signage) dan penunjuk arah (wayfinding) di beberapa halte Transjakarta sejak Agustus 2019.

Papan informasi tersebut merupakan buah dari kolaborasi dengan Forum Diskusi Transportasi Jakarta (FDTJ). Selain FDTJ, pemasangan papan informasi ini juga didukung oleh Dinas Perhubungan, PT Transportasi Jakarta, MRT Jakarta, LRT Jakarta, Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, serta komunitas kreatif, Kreavi.

Papan informasi yang tersedia dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris tersebut memuat semua moda transportasi yang melintas di area tersebut. Warga dapat melihat rute, kode nomor transportasi umum yang melintas, juga peta integrasi antarmoda transportasi selain Transjakarta, seperti MRT dan LRT Jakarta. Hal ini dapat membentuk masyarakat yang mandiri dalam bertransportasi umum.

Selain itu, masih banyak lagi bentuk kolaborasi dengan komunitas Jakarta lainnya, seperti pembangunan skatepark di Taman Maju Bersama yang melibatkan komunitas skateboard dan BMX dalam perancangannya serta pembangunan arena parkour bersama komunitas parkour.

- Start-up+Jakarta

Pemerintah Provinsi Jakarta melalui Jakarta Smart City telah bekerja sama dengan perusahaan digital startup untuk sama-sama memecahkan berbagai permasalahan di kota Jakarta.

Ketika awal Smart Collaboration dicetuskan, Pemprov DKI Jakarta berkolaborasi dengan delapan perusahaan digital, yakni Nodeflux, duithape, Botika, Gojek, Grab, Bukalapak, Tokopedia, dan Shopee.

Shopee, Tokopedia, dan Bukalapak mendorong perkembangan smart economy dengan mempromosikan UMKM DKI Jakarta dalam ranah digital. Sedangkan Nodeflux, sebagai emerging startup yang berfokus pada Artificial Intelligence, membantu Jakarta dengan License Plate Recognition yang dapat membantu mengenali dan membaca plat nomor kendaraan untuk penerapan E-tilang. Kolaborasi seperti ini semoga dapat menjadi pemantik kehadiran perusahaan teknologi lain yang siap memberikan solusi komprehensif untuk masalah di Jakarta.

- Lembaga Kemanusiaan+Jakarta

Kolaborasi merupakan faktor penting dalam menghadapi bencana, seperti banjir ataupun kebakaran. Namun, tidak hanya jajaran pemerintah yang turun menangani bencana, lembaga kemanusiaan juga merupakan elemen penting kolaborasi. Salah satunya, Baznas BAZIS DKI Jakarta. Lembaga kemanusiaan membantu menurunkan armada, membuka posko, membangun dapur umum, serta mendistribusikan bantuan.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya