Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Parlemen AS Usul Setop Pasokan Senjata untuk Arab Saudi, Balas Pemangkasan Minyak OPEC

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 17:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Anggota parlemen Amerika Serikat (AS) mengusulkan penghentian pasokan senjata untuk Arab Saudi sebagai tanggapan atas keputusan Riyadh yang mendukung pemangkasan produksi minyak OPEC+.

Usulan itu disampaikan oleh Senator Demokrat Richard Blumenthal dan perwakilan Demokrat Ro Khanna. Keduanya mengusulkan UU baru yang akan menghentikan AS menyediakan senjata ke Arab Saudi.

"Keputusan Saudi merupakan pukulan telak bagi AS, tetapi AS juga memiliki cara untuk merespons. Itu dapat segera menghentikan transfer besar-besaran perang Amerika ke tangan Saudi," kata Blumenthal, seperti dikutip dari Politico, Minggu (9/10).


Keduanya juga mendorong AS untuk meninjau kedekatan hubungan Arab Saudi dan Rusia.

Menurut Blumenthal dan Khanna, Arab Saudi sangat bergantung pada bantuan pertahanan AS. Sehingga usulan ini akan memaksa Riyadh untuk kembali ke meja perundingan dan bernegosiasi dengan AS.

Adapun usulan UU tersebut akan dibahas di Senat dan DPR pada Selasa (11/10).

"Larangan apa pun bisa bersifat sementara sampai Arab Saudi mempertimbangkan kembali pelukannya terhadap (Presiden Rusia Vladimir) Putin,” kata keduanya.

Pekan lalu, OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi minyak sebesar 2 juta barel per hari dari tingkat produksi Agustus mulai November.

AS yang telah mendorong Arab Saudi mengurungkan pemangkasan tersebut menyebut OPEC telah bermitra dengan Rusia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya