Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Jika Ngotot Tunjuk Heru Budi Hartono sebagai Pengganti Anies Baswedan, Jokowi Dianggap Dikendalikan Oligarki dan Ahok

SENIN, 10 OKTOBER 2022 | 12:36 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo dianggap dikendalikan oleh oligarki dan kekuatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok seandainya tetap ngotot menunjuk Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, yang menegaskan bahwa sesuai UU, Jokowi harus menggelar Pilkada sebagai pengganti Anies.

"Jokowi menunjuk Heru Budi Hartono sebagai Pj Gubernur DKI adalah pelanggaran UU. Karena kepala daerah dipilih secara demokratis. Tidak ada aturan kepala daerah ditunjuk oleh Presiden. Jadi penunjukan Gubernur DKI itu langgar konsitusi dan antidemokrasi," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (10/10).


Apalagi, kata Muslim, Heru memiliki banyak kasus yang membelitnya. Di antaranya diperiksa sebagai saksi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Apalagi Heru ditenggarai dikendalikan oleh oligarki dan kelompok Ahok yang ngotot kuasai DKI," tutur Muslim.

Dengan ditunjuknya Heru sebagai Pj Gubernur DKI oleh Jokowi, lanjut Muslim, dapat dianggap bahwa Jokowi dikendalikan oleh oligarki dan kekuatan Ahok yang kalah pada Pilgub DKI 2017 lalu.

"Solusi atas persoalan pengganti Anies di DKI adalah Jokowi segera gelar Pilkada DKI. Agar menepis tudingan Jokowi tidak dikendalikan oleh kekuatan Ahok dan oligarki dan tidak melanggar UU 1945 dan UU Kekhususan DKI yakni UU 29/2007," jelasnya.

"Kalau Jokowi lakukan Pilkada DKI, tidak dianggap manfaatkan Pj DKI untuk kepentingan politiknya dan memang seorang demokrat," pungkas Muslim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya