Berita

Kapal nelayan China ditemukan di Laut China Selatan/Net

Dunia

Singapura: China dan ASEAN Harus Segera Selesaikan Sengketa Laut China Selatan

MINGGU, 09 OKTOBER 2022 | 14:21 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Meski tidak ikut dalam sengketa Laut China Selatan, Singapura mendorong agar ASEAN dan China segera menyelesaikan pertikaian atas klaim di perairan tersebut melalui dialog dan diplomasi.

Diplomat Singapura yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ASEAN, Ong Keng Yong, mengatakan penting bagi negara-negara yang terlibat sengketa untuk duduk bersama dan membahas solusi lantaran perselisihan Laut China Selatan berdampak pada bisnis di kawasan.

"Saya pikir yang penting sekarang adalah kedua belah pihak harus duduk dan membahas semua skenario dan opsi yang mungkin, serta kemudian memiliki kesimpulan yang masuk akal," ujar Ong Keng Yong kepada ANI News pada 4 Oktober lalu.


"Jika mereka mempertahankan posisi masing-masing, kita tidak bisa mendapatkan kesimpulan apa pun," tambahnya.

China dan ASEAN telah menyepakati Declaration of Conduct (DoC) di Laut China Selatan pada 2002. Namun setelah dua dekade berlalu, belum ada kesepakatan mengenai Kode Etik atau Code of Conduct (CoC).

Padahal CoC sendiri akan menjadi pedoman untuk menjaga hak dan kepentingan semua pihak di Laut China Selatan.

Selama dua tahun terakhir, sebagian besar perundingan Laut China Selatan dilakukan secara online karena pandemi Covid. Saat ini China dan AS bekerja untuk mempercepatnya.

Pada Mei 2022, kedua pihak melanjutkan negosiasi tekstual fisik dari Single Draft CoC Negotiating Text selama Kelompok Kerja Bersama ke-36 tentang Implementasi Deklarasi tentang Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan (JWG-DOC) di Siem Reap, Kamboja.

China dan lima pihak lainnya termasuk empat negara anggota ASEAN, yaitu Brunei, Malaysia, Filipina dan Vietnam, memiliki klaim di Laut China Selatan. Namun, klaim China adalah yang paling luas dan pengadilan arbitrase internasional 2016 memutuskan bahwa mereka tidak memiliki dasar hukum.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Ranny Arafiq Datangi Polda Bukan sebagai Anggota DPR

Minggu, 29 Maret 2026 | 20:11

Yusril Dapat Teror Usai Badko HMI Sumut Diskusi Kasus Penyiraman Air Keras

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:28

Bagi SBY, Juwono Sudarsono Sosok di Balik Modernisasi Pertahanan RI

Minggu, 29 Maret 2026 | 19:13

Duh, 94.542 Penyelenggara Negara Belum Lapor LHKPN

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:37

Bapera Klarifikasi Dugaan Pengeroyokan di Area Polda Metro Jaya

Minggu, 29 Maret 2026 | 18:06

Juwono Sudarsono Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:46

Anomali Lelang KPK: HP Oppo Rp59 Juta Tak Dilunasi Pemenang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:26

Prabowo Bakal Bahas Isu Strategis dalam Lawatan ke Jepang

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:22

Stabilitas Pasokan dan Harga BBM Selama Mudik Dipuji Warganet

Minggu, 29 Maret 2026 | 17:03

Gus Salam Serukan Hentikan Perang Iran-AS Demi Kemanusiaan

Minggu, 29 Maret 2026 | 16:39

Selengkapnya