Berita

Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht/Net

Dunia

Menhan Jerman: NATO Harus Berbuat Lebih Banyak untuk Melindungi Diri dari Putin

MINGGU, 09 OKTOBER 2022 | 10:54 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO dinilai perlu melakukan lebih banyak lagi langkah untuk melindungi diri dari Rusia, khususnya Presiden Vladimir Putin.

Menteri Pertahanan Jerman Christine Lambrecht mengatakan, dengan situasi saat ini, kita tidak mengetahui sebarapa jauh "delusi" yang dimiliki oleh Putin.

"Satu hal yang pasti. Situasi saat ini berarti kita perlu berbuat lebih banyak bersama-sama," ujarnya ketika mengunjungi pasukan Jerman di Lithuania pada Sabtu (8/10).


Lambrecht meresmikan pusat komando permanen Jerman di Lithuania pada Jumat (7/10).

“Perang agresi Rusia yang brutal di Ukraina semakin brutal dan tidak bermoral… Ancaman senjata nuklir Rusia menunjukkan bahwa pihak berwenang Rusia tidak keberatan," lanjutnya.

Satu brigade NATO terdiri dari 3.000-5.000 tentara, dan Lambrecht mengatakan latihan yang sering dilakukan di Lithuania akan membantu mengerahkan pasukan dengan cepat jika diperlukan untuk bergabung dengan 1.000 yang disimpan secara permanen di Lithuania.

“Kami mendukung sekutu kami. Kami telah mendengar ancaman Rusia terhadap Lithuania yang menerapkan sanksi Eropa di perbatasan dengan Kaliningrad. Ini bukan ancaman pertama dan kita harus menanggapinya dengan serius dan bersiap-siap," tegas Lambrecht

Jerman mengerahkan pasukan pertamanya ke Lithuania, di perbatasan Rusia, pada 2017. Itu terjadi setelah Rusia mencaplok Krimea.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina pada Februari, negara-negara Baltik seperti Estonia, Latvia, dan Lithuania telah menyerukan agar wilayah mereka menerima peningkatan pasukan NATO siap tempur terbesar di Eropa sejak akhir Perang Dingin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya