Berita

Pentagon/Net

Dunia

Perusahaan Pembuat Drone China Masuk Daftar Hitam Pentagon

SABTU, 08 OKTOBER 2022 | 16:35 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah perusahaan China kembali dimasukkan ke dalam daftar hitam Departemen Pertahanan AS, termasuk pembuat drone DJI Technology dan pembuat peralatan pengawasan Zhejiang Dahua Technology Co.

Reuters melaporkan, selain dua perusahaan tersebut, BGI Genomics, yang memiliki kontrak pengurutan DNA dengan perusahaan kesehatan dan universitas di seluruh dunia, dan menjalankan bank data gen besar.

CRRC Corp, yang bergerak dalam pembuatan dan penjualan kereta api peralatan transit, juga ada di antara 13 perusahaan yang ditambahkan ke daftar yang dirilis oleh Pentagon pada hari Rabu.


Tahun lalu, tinjauan Reuters atas makalah ilmiah dan pernyataan perusahaan menemukan bahwa BGI mengembangkan tes prenatal bekerja sama dengan militer China dan menggunakannya untuk mengumpulkan data genetik untuk penelitian menyeluruh tentang ciri-ciri populasi.

“Departemen bertekad untuk menyoroti dan melawan strategi Fusi Militer-Sipil Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang mendukung tujuan modernisasi Tentara Pembebasan Rakyat China dengan memastikan aksesnya ke teknologi dan keahlian canggih diperoleh dan dikembangkan oleh Perusahaan, universitas, dan program penelitian RRC yang tampaknya merupakan entitas sipil,” kata Pentagon dalam sebuah pernyataan.

Daftar tersebut membatasi pembelian atau penjualan sekuritas yang diperdagangkan secara publik di perusahaan target.

Di tahap awal sekitar 50 perusahaan China yang termasuk pembuat peralatan telekomunikasi Huawei Technologies telah ditambahkan ke daftar hitam AS pada Juni tahun lalu.

Pada saat itu, Presiden AS Joe Biden menandatangani perintah eksekutif yang melarang entitas AS berinvestasi di lusinan perusahaan China yang diduga terkait dengan sektor teknologi pertahanan atau pengawasan.

Perintah itu bertujuan untuk mencegah investasi AS mendukung kompleks industri militer China, serta program penelitian dan pengembangan militer, intelijen dan keamanan.

Itu adalah bagian dari serangkaian langkah Biden yang lebih luas untuk melawan China, termasuk memperkuat aliansi AS dan mengejar investasi domestik besar untuk meningkatkan daya saing ekonomi AS, di tengah hubungan yang semakin memburuk antara dua ekonomi terbesar dunia itu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya