Berita

Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto usai diskusi bertema "Holding BUMN Sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan", Sabtu (8/10)/Net

Politik

Darmadi: Pembentukan Holding Bikin Gerak BUMN Makin Lincah

SABTU, 08 OKTOBER 2022 | 13:40 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pembentukan holding BUMN yang dilakukan Menteri Erick Thohir dinilai sebagai sebuah tonggak kebangkitan ekonomi masa depan.

Anggota Komisi VI DPR, Darmadi Durianto mengurai, sejumlah holding BUMN sudah dibentuk Erick selama menjabat sebagai Menteri BUMN, mulai dari holding BUMN pangan, farmasi, pariwisata, ultra mikro, hingga perhotelan.

Menurut Darmadi, adanya skema holding akan meminimalisir inefisiensi yang terjadi pada BUMN-BUMN selama ini.


"Dengan adanya holding justru BUMN bisa lebih efisien dan geraknya akan makin lincah. Dari sisi pengawasan pun akan jauh lebih mudah," kata Darmadi dalam diskusi bertema "Holding BUMN Sebagai Lokomotif Kebangkitan Ekonomi Masa Depan" di Jakarta, Sabtu (8/10).

Selain itu, politisi PDIP ini juga menganggap holding sebagai solusi yang cukup memadai di tengah ketatnya kompetisi ekonomi, baik di kawasan regional maupun global.

"Tentu untuk bisa bersaing, maka format BUMN mesti ditata ulang. Melalui format holding inilah diharapkan BUMN-BUMN kita bisa ekspansi dan berkompetisi dengan BUMN asing," sambungnya.

Saat ini, jumlah BUMN yang ada dianggap telah membebani keuangan negara. Dari ratusan BUMN yang ada, kata dia, hanya segelintir saja yang berkontribusi ke negara.

"Selebihnya hanya jadi beban dan merengek minta Penyertaan Modal Negara (PMN). Kultur semacam inilah yang membuat gerak BUMN kita lamban," tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya