Berita

Perwakilan Tetap India untuk PBB Ruchira Kamboj/Net

Dunia

India Kecam Uji Coba Rudal Korut di Atas Langit Jepang

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 18:03 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

India ikut mengecam peluncuran rudal balistik yang dilakukan oleh Korea Utara di atas langit Jepang pada Selasa kemarin (4/10). India kemudian mendorong denuklirisasi Korea Utara.

Kecaman itu disampaikan oleh Perwakilan Tetap India untuk PBB Ruchira Kamboj dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB pada Rabu (5/10).

Kamboj mengatakan, kegiatan tersebut dapat memengaruhi perdamaian serta keamanan kawasan dan sekitarnya. Ia lebih lanjut menyerukan implementasi penuh dari resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK).


“India ingin menegaskan kembali pentingnya mengatasi proliferasi teknologi nuklir dan rudal yang terkait dengan RRDK di wilayah kami," kata Kamboj, seperti dimuat ANI News.

"Hal ini memiliki dampak buruk pada perdamaian dan keamanan di kawasan, termasuk India. Oleh karena itu, kami menegaskan kembali dukungan berkelanjutan kami untuk denuklirisasi, untuk menuju perdamaian dan keamanan di semenanjung Korea," lanjutnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kamboj menekankan bahwa India akan terus mendukung dialog dan diplomasi sebagai sarana untuk menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea.

Ia juga menyerukan kepada anggota dewan untuk melakukan segala upaya dalam menjaga perdamaian dan keamanan di daerah tersebut, yang telah menjadi kepentingan bersama.

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara bertemu pada Rabu untuk membahas uji coba senjata nuklir Korut untuk pertama kalinya dalam lima tahun.

Akibat peluncuran rudal, pemerintah Jepang memperingatkan warganya untuk mengungsi ke tempat penampungan dan tempat berlindung yang aman. Hal tersebut sempat membuat penduduk di sekitar sana menjadi panik.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya