Berita

Ketua KPK Firli Bahuri saat bimbingan teknis pemberdayaan peran serta masyarakat bertema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai Antikorupsi" di Ballroom Hotel Golden Palace, Mataram, NTB pada Kamis (6/10)/Ist

Hukum

Di NTB, Firli Bahuri Ingatkan Pentingnya Integritas dalam Keluarga

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 17:02 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menumbuhkan integritas dalam keluarga saat bimbingan teknis pemberdayaan peran serta masyarakat bertema "Mewujudkan Keluarga Berintegritas Melalui Penanaman Nilai Antikorupsi" di Ballroom Hotel Golden Palace, Mataram, NTB pada Kamis (6/10).

Dalam pidatonya, Firli mengatakan, program Bimtek Keluarga Berintegritas sejalan dengan tujuan bangsa yang ada dalam pembukaan UUD 1945. Selain itu, program tersebut juga menjadi bagian dari strategi trisula pemberantasan korupsi, yaitu pendidikan, pencegahan dan penindakan.

"Pendidikan fokusnya agar orang tidak mau korupsi. Strategi pencegahan adalah dengan perbaikan sistem agar tertutup celah korupsi sehingga orang tidak bisa korupsi. Strategi ketiga yaitu penindakan untuk memberikan efek jera," ujar Firli.


Firi juga mengingatkan, para pejabat sekaligus penyelenggara negara di daerah memiliki sejumlah tugas pokok yang wajib dilakukan. Di antaranya adalah menjamin stabilitas politik dan keamanan, menjamin keselamatan masyarakat dari segala gangguan bencana, serta melaksanakan dan menjamin keberlangsungan program pembangunan nasional.

Di saat yang sama, perlu juga dijamin kepastian kemudahan investasi, perizinan berusaha dan pertumbuhan ekonomi mewujudkan aparatur yang bebas dari KKN termasuk di wilayah NTB.

"Ada tiga sumber kekuatan dari NTB, yang saya rumuskan dengan singkatan ATM, yaitu Agriculture atau pertanian, Tourism atau pariwisata, dan Mining atau pertambangan. Untuk itu, marilah jaga NTB," pesan Firli.

Sementara itu, Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi mengatakan, kegiatan keluarga berintegritas dilatarbelakangi oleh beberapa kasus korupsi yang ditangani oleh KPK. Di dalamnya ditemukan keterlibatan keluarga dalam posisi istri, suami, anak dan anggota keluarga lainya.

"Kemudian, data BPS 2022 mencatat 74 persen pasangan di keluarga tidak menanyakan darimana sumber pendapatan tambahan didapatkan. Dari data survei KPK tentang keluarga, yang mengajarkan nilai integritas hanya mencapai 6 persen, tentu ini menjadi perhatian KPK," kata Kumbul.

Kumbul menjelaskan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk mewujudkan rasa saling peduli dan harmonis di dalam keluarga, guna menjadi bagian dari pencegahan korupsi, dan mencapai target jangka panjang yaitu terwujudnya Indonesia Emas tahun 2045.

Karenanya, kegiatan Bimtek Keluarga itu tidak hanya berisi ceramah, namun juga disertai dengan metode family building yang akan diisi oleh para motivator dan psikolog.

Pada kegiatan yang sama, Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyampaikan apresiasinya kepada KPK yang menginisiasi kegiatan yang menyasar para Walikota/Bupati, dan pejabat Eselon II beserta pasangannya di wilayah NTB.

Menurutnya, program ini adalah satu dari sejumlah kegiatan yang menjadi bentuk sinergi positif antara KPK dan NTB.

"Semoga program ini memberikan inspirasi untuk NTB dan bisa dipastikan bahwa kegiatan yang didampingi KPK banyak manfaatnya, termasuk sinergi yang terakhir dilakukan bersama KPK dalam hal penyelesaian Gili Trawangan," kata Zulkieflimansyah.

Dalam acara ini, juga dihadiri oleh anggota Komisi 3 DPR RI, Sari Yuliati; dan Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK, Kumbul Kusdwidjanto Sudjadi, serta diikuti oleh unsur Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Provinsi NTB, para Walikota dan Bupati se-NTB, serta pejabat Eselon II Pemprov NTB dan pasangannya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya