Berita

Menteri Urusan Ekonomi dan Iklim Jerman, Robert Habeck/Net

Dunia

Jerman Kesal, AS Jual Gasnya dengan Harga Tinggi di Tengah Krisis

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 16:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Penetapan harga yang tinggi pada gas alam cair (LNG) Amerika Serikat (AS) telah mengundang kritikan dari otoritas Jerman yang terpaksa harus membelinya sejak pasokan gas utama dari pipa Nord Stream Rusia bocor.

Menteri Urusan Ekonomi dan Iklim Jerman, Robert Habeck pada Rabu (5/10) menyampaikan kekesalannya pada harga yang dipatok AS dan menyebut negara itu telah mengambil keuntungan dari situasi krisis energi di Eropa.

"Beberapa negara, bahkan yang ramah seperti AS, dalam beberapa kasus mengenakan harga yang sangat tinggi. Tentu saja, ini membawa masalah yang harus kita bicarakan," ujarnya, seperti dimuat CGTN News pada Kamis (6/10).


Habeck mengatakan Uni Eropa (UE) harus berbuat lebih banyak untuk mengatasi krisis energi di kawasan.

"Uni Eropa harus menggabungkan kekuatan pasarnya dan mengatur perilaku pembelian yang cerdas dan tersinkronisasi," tegas Habeck.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dia lebih suka membahas batasan harga pada gas untuk mengurangi krisis.

"Harga gas yang tinggi mendorong kenaikan harga listrik. Kita harus membatasi dampak inflasi gas pada listrik di mana-mana di Eropa," ujarnya dalam pidato di Strasbourg, Prancis.

Sejak September lalu, tidak ada gas yang mengalir dari Rusia ke Jerman melalui pipa Nord Stream 1. Pekan lalu, kebocoran besar pada pipa terdeksi setelah layanan gempa Norwegia menerima sinyal ledakan.

Jerman dan negara-negara Eropa lainnya telah beralih ke Amerika Serikat. Saat ini, impor LNG Eropa ke Washington naik hingga 45 persen dari 28 persen pada tahun lalu.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya