Berita

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev/Net

Dunia

Kremlin: Sabotase Nord Stream Mirip dengan Serangan CIA pada 1983

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 09:52 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Insiden pipa gas Nord Stream 1 dan 2 milik perusahaan asal Rusia masih menyisakan tanda tanya. Lantaran penyebab dari kebocoran hingga kini belum diketahui.

Negara terdekat dengan lokasi pipa di Laut Baltik, Swedia dan Denmark mengindikasikan bahwa kebocoran itu bukan sebuah kecelakaan, melainkan tindak sabotase yang disengaja.

Sementara itu, sebagai negara pemilik, Moscow menyebut insiden itu sebagai tindak terorisme internasional. Lebih lanjut, Presiden Vladimir Putin pada Jumat (30/9) menyalahkan AS dan sekutunya karena meledakkan pipa bawah laut tersebut.


Baru-baru ini, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev, yang juga salah satu orang yang dekat dengan Putin, secara eksplisit menyebut Central Intelligence Agency (CIA) merupakan dalang dari kebocoran Nord Stream dengan membandingkan kasus yang terjadi pada tahun 1980-an.

"Biarkan saya mengingatkan Anda bahwa situasi serupa terjadi pada tahun 1983, Pada saat itu, penyabotase yang direkrut oleh CIA mengorganisir serangan terhadap Nikaragua dan menyebabkan meledaknya pipa minyak di salah satu pelabuhan," ujarnya, seperti dimuat Reuters pada Rabu (6/10).

Pekan lalu, Patrushev juga sempat mengatakan bahwa Barat memiliki rekam jejak serangan di jaringan pipa.

Sejak laporan kebocoran diterima, jurubicara Kremlin, Dmitry Peskov berulang kali mengatakan bahwa sangat mungkin jika Washington pelakunya, karena negara itu memperoleh banyak keuntungan dari insiden di Nord Stream.

"Amerika Serikat akan dapat meningkatkan harga dan penjualan gas alam cair (LNG) setelah kebocoran gas di jaringan pipa Nord Stream," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya