Berita

Ketua DPR RI Puan Maharani/Net

Politik

PDIP Sebaiknya Segera Tetapkan Puan sebagai Capres karena Jokowi dan Ganjar Punya Agenda Tersembunyi

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 08:18 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

PDI Perjuangan disarankan untuk segera menetapkan Puan Maharani sebagai bakal calon presiden (capres) yang diusung untuk mengakhiri ketegangan di internal. Mengingat, Partai Nasdem sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal capresnya.

Direktur Gerakan Perubahan Muslim Arbi mengaku heran lantaran ketika Nasdem telah melaju menetapkan Anies sebagai bakal capres, PDIP justru masih berkutat pada persaingan internal antara Puan Maharani dengan Ganjar Pranowo.

"Sebaiknya PDIP segera saja menetapkan Puan sebagai capresnya agar PDIP dapat mengakhiri ketegangan di internal partainya. Dan bersiap untuk hadapi pemilu dan Pilpres 2024," ujar Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/10).


Karena, kata Muslim, jika PDIP berlama-lama mengambil keputusan soal capres, maka akan berpengaruh pada konsolidasi untuk menghadapi Pilpres 2024. Namun jika PDIP memutuskan Puan sebagai capres, maka Ganjar harus patuh.

"Atau jika Ganjar masih mau berada di bawa  bayang-bayang Jokowi dan bersama Jokowi tidak dukung keputusan PDIP soal Puan. Maka Ganjar dan Jokowi punya agenda sendiri memanfaatkan PDIP selama ini," kata Muslim.

Muslim meyakini, Ganjar dan Presiden Joko Widodo mempunyai agenda tersembunyi, bukan agenda partai. Karena, setelah Nasdem mengumumkan Anies sebagai capres, dalam perjalanan ke Jawa Tengah, Jokowi mengajak Ganjar semobil.

"Bisa saja ada agenda tertentu yang dibicarakan soal capres," pungkas Muslim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya