Berita

Partai Nasdem resmi menjadikan Anies Baswedan sebagai Bacapres/RMOL

Politik

Jamiluddin Ritonga: Nasdem Harus Galang Partai Lain untuk Berkoalisi Usung Anies

KAMIS, 06 OKTOBER 2022 | 04:51 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Meskipun Partai Nasdem sudah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (Bacapres), namun belum pasti ia akan menjadi Capres.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga mengatakan, sebagai partai menengah,  Partai Nasdem belum cukup untuk bisa mengusung Anies menjadi Capres.

"Partai Nasdem harus berkoalisi dengan partai lain untuk memenuhi PT 20 persen atau 115 kursi DPR RI," demikian kata Jamiludin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (6/10).


Kata Jamiludin, untuk berkoalisi dengan partai lain memang bukan perkara mudah. Sebab, masing-masing partai punya kalkulasi politik sendiri dalam mengusung Capres.

Analisa Jamiludin, bagi Nasdem, risikonya memang cukup tinggi dalam mengusung Anies menjadi bacapres. Sebab, Anies dideklarasikan sebelum ada kepastian dari partai lain untuk berkoalisi.

Memamg, lampu hijau dari Partai Demokrat dan PKS sudah ada untuk mengusung Anies. Namun hal itu belum bisa dijadikan pegangan karena diantara mereka belum ada ikatan bersama untuk berkoalisi.

"Jadi, kalau Partai Demokrat dan PKS atau salah satu diantaranya tidak ikut mengusung Anies, maka PT tidak cukup. Hal itu dapat berakibat tidak bisanya Anies diusung menjadi Capres," tandas Jamiludin.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya