Berita

Proses Anies Baswedan dideklarasikan Bacapres/RMOL

Politik

Deklarasikan Bacapres Lebih Awal, Nasdem Ingin Maksimalkan Daya Magnetik Elektoral Anies

SELASA, 04 OKTOBER 2022 | 02:59 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pendeklarasian Anies sebagai bakal calon presiden (Bacapres) mengindikasikan Nasdem sudah mendapatkan dukungan cukup solid dari partai-partai lain yang akan menjadi blok koalisi pengusung pasangan Capres-Cawapres.

Pakar komunikasi politik UGM, Nyarwi Ahmad menganalisa, paling tidak dua partai yang sangat potensial ada dalam barisan koalisi Nasdem, PKS dan Partai Demokrat.

Nyarwi pun berpendapat, menariknya dari deklarasi Anies Bacapres Nasdem adalah apakah koalisi yang sebelumnya terbangun yakni Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) dan PDIP nantinya akan mendukung Anies.


Bagi Nyarwi, paska deklarasi dukungan Anies oleh Nasdem, bisa jadi akan memantik PDIP untuk lebih cepat memilih dan mengumumkan Capres yang akan diusungnya.

"Dan membangun koalisi dengan partai lain, itu juga menjadi misteri yang ingin diketahui banyak orang," jelas Nyarwi, Senin (3/10).

Pandangan Nyarwi, pilihan mendeklarasikan Anies sebagai Bacapres, Nasdem ingin memaksimalkan potensi coattail effect dari daya magnetik elektoral Anies, khususnya di kalangan anak muda.

"Dengan jumlah pemilih yang besar, pemilih muda (gen Z dan Milenial) menjadi faktor penting yang bisa menentukan siapa saja yang bisa menjadi pemenang dalam Pilpres mendatang," jelas Nyarwi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya