Berita

Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Net

Publika

Surya Paloh Sadar Gara-gara Memilih Anies Capres, Menteri Nasdem Bisa Direshuffle

SENIN, 03 OKTOBER 2022 | 18:06 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

NASDEM akhirnya memutuskan untuk memilih Anies Baswedan sebagai capres yang diusungnya. Tentunya bukan tanpa risiko Surya Paloh memilih Anies sebagai capres pilihan Partai Nasdem.

Anies Baswedan dan Surya Paloh sebetulnya keduanya adalah tokoh pendukung Jokowi sebagai capres. Bahkan Anies Baswedan sempat menjadi anak buah Jokowi sebagai menteri pada periode pertama pemerintahan Jokowi sebagai Menteri Pendidikan. Meskipun di tengah jalan kemudian direshuffle.

Adapun Surya Paloh dari awal Jokowi berkuasa tidak pernah masuk sebagai menteri. Hanya kader-kader Nasdem yang masuk sebagai pembantu presiden.


Jokowi memang sudah tidak maju lagi sebagai presiden. Meskipun sempat ada wacana untuk jabatan presiden 3 periode tapi akhirnya kandas karena itu menabrak konstitusi.

Namun Jokowi sebagai presiden saat ini pasti memiliki preferensi siapa calon presiden Indonesia berikutnya yang akan didukungnya. Karena hal itu terkait proyek proyek Jokowi yang sampai saat ini masih belum tuntas. Dan rasanya bukan Anieslah capres yang mendapat restu Jokowi.

Dalam tahap inilah Surya Paloh sebagai Ketua Umum Nasdem berbeda pilihan untuk pemimpin Indonesia ke depan dengan Jokowi. Tentunya bukan tanpa risiko Surya Paloh memilih Anies Baswedan sebagai capres pilihannya. Bahkan dalam sambutannya Paloh sudah mengatakan akan banyak fitnah setelah ini terhadap dirinya, Nasdem dan Anies Baswedan.

Tetapi sebagai seorang politisi kawakan Paloh tentunya sudah mengukur dan berhitung risiko akan pilihannya terhadap Anies Baswedan. Paloh sendiri telah berhasil membangun Partai Nasdem dari 0 sejak dia memutuskan untuk keluar dari Golkar dan membuat Partai sendiri.

Dengan memilih Anies Baswedan sebagai Capres Nasdem berpotensi akan kehilangan jabatan menterinya di kabinet. Selain itu, menteri-menteri dan kepala-kepala daerah dari Nasdem pun tidak menutup kemungkinan akan diusut kasus-kasus hukumnya. Ahmad Sahroni Bendahara Umum Nasdem yang juga ketua penyelenggara Formula E di Jakarta juga berpotensi dibidik oleh KPK.

Jika kemudian Presiden Jokowi mereshuffle menteri-menteri asal Nasdem, maka Partai Nasdem di parlemen akan berubah haluan menjadi partai oposisi bersama dengan partai oposisi lainnya Partai Demokrat dan PKS. Yang dimana kedua partai tersebut yang juga telah melakukan pembicaraan dengan Nasdem untuk mengusung Anies sebagai capres 2024

Dan peran Paloh dan Nasdem sendiri memiliki saham yang besar dalam memenangkan Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Dan kali ini dengan alasan kepentingan bangsa yang jauh lebih besar, dia akhirnya mengumumkan Anies Baswedan sebagai capres pilihan Nasdem.

Dan pilihan tersebut punya konsekuensi yang besar pula pastinya. Tetapi keputusannya untuk keluar dari Partai Golkar dan membuat Partai Baru adalah juga konsekuensi besar juga yang telah dia ambil. Dan terbukti Paloh survive sebagai politisi Indonesia sampai hari ini. Sekian.

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya