Berita

Pinaka, peluncur roket ganda yang diproduksi di India dan dikembangkan oleh organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) untuk Angkatan Darat/IndianToday

Dunia

Di Tengah Ketegangan, Armenia Beli Roket dan Amunisi Pinaka dari India

MINGGU, 02 OKTOBER 2022 | 14:42 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah ketegangan yang meningkat antara Armenia dan Azerbaijan, Yerevan dikabarkan telah menandatangani kontrak dengan India untuk membeli peluncur roket multi-barel Pinaka asli, serta rudal dan amunisi lainnya dari India.

Dimuat The Print pada Kamis (29/9), menurut sumber dari lembaga keamanan dan pertahanan, kontrak antara pemerintah ke pemerintah tersebut merupakan kontrak senilai 2.000 crore rupee, yang telah ditandatangani awal bulan ini. Pasokan senjata itu akan segera dikirim dengan cepat sesuai kebutuhan negara.

Pasokan ini merupakan tatanan internasional pertama untuk sistem tersebut, yang dikembangkan oleh organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO). Peluncur roket ganda untuk Armenia sudah dalam pelayanan dengan Angkatan Darat dan telah dikerahkan di sepanjang perbatasan dengan China dan Pakistan.


Ketika ditanya lebih lanjut tentang bagaimana bunyi kontrak itu, sumber-sumber pertahanan tersebut memilih bungkam, namun mereka mengonfirmasi bahwa Armenia telah membeli barang-barang pertahanan India. Bekas republik Soviet itu sebelumnya juga telah membeli empat radar pencari senjata Swathi asli pada tahun 2020 lalu dari India, yang dikirimkan di tengah konfliknya dengan Azerbaijan.

Sementara Azerbaijan dalam menghadapi konfliknya dengan Armenia diketahui telah dibantu oleh Turki dan Pakistan. Azerbaijan menggunakan pesawat tak berawak dari Turki untuk berperang melawan Armenia, dan saat ini tengah dalam pembicaraan dengan Pakistan untuk membeli pesawat tempur JF-17.

Azerbaijan, Turki, dan Pakistan, ketiga negara ini telah terikat Perjanjian Menteri Trilateral pada 2017 lalu untuk menjalin kerja sama dalam bidang keamanan, dan dibangun di atas pengaturan bantuan militer bilateral sebelumnya.

Para pengamat telah memperkirakan dalam beberapa tahun terakhir, hubungan akan menegang secara tidak langsung antara Armenia-Azerbaijan dan India-Pakistan terlepas dari jarak fisik mereka.

Di samping itu, India yang dikabarkan tengah berupaya untuk meningkatkan ekspor senjatanya, telah membantu Armenia yang saat ini memiliki konflik perbatasan dengan Azerbaijan. Ekspor pertahanan India kini berhasil menyentuh angka rekor senilai 13.000 crore pada tahun fiskal 2021-2022, delapan kali lebih besar daripada lima tahun lalu.

Saat ini India telah mengekspor peralatan pertahanan ke 75 negara. Senjata tersebut termasuk simulator senjata, peluncur gas air mata, mekanisme pemuatan torpedo, pemantauan dan kontrol alarm, kendaraan pelindung lapis baja, serta alat-alat pertahanan lainnya yang sering dibeli oleh negara berkonflik.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya