Berita

Diskusi publik bertema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Gerakan Buruh Indonesia"/Ist

Nusantara

Hadapi Tantangan Revolusi Industri, Buruh Harus Lebih Adaptif dan Kembangkan Kapasitas Diri

SABTU, 01 OKTOBER 2022 | 16:27 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menghadapi tantangan era revolusi industri 4.0 yang semakin berkembang, buruh dituntut adaptif dengan mengembangkan soft skils, berpikir kreatif, berpikir kritis serta menanamkan nilai-nilai Pancasila. Buruh harus siap menjawab tantangan menuju era digitalisasi industri.

Begitu dikatakan Dewan Pengurus Nasional (Depenas) Serikat Buruh Nasional Indonesia (SBNI) M. Gusro Khazim dalam diskusi publik bertema “Implementasi Nilai-Nilai Pancasila dalam Gerakan Buruh Indonesia” di Coffe Toffe Margonda, Depok, Jawa Barat.

"SDM buruh harus dipersiapkan bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memperjuangkan cita-cita buruh yang besar seperti terlibat memiliki saham perusahaan tempatnya bekerja,” kata Yusro dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/10).


Ditambahkan Direktur Nusantara Center Profesor Yudhie Haryono, yang menyoroti bagaimana seharusnya buruh dapat memiliki sebagian saham dari tempat dia bekerja.

Menurutnya, dengan adanya kepemilikan saham perusahan tempatnya bekerja, buruh akan mempunyai rasa memiliki terhadap perusahaan, yang pada gilirannya memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Yudhie juga merekomendasikan agar pendidikan formal dan informal bagi para buruh segera dihadirkan. Hal ini penting dalam pergerakan buruh.

"Maka, SBNI harus membuat Sekolah Perburuhan Nasional agar membuat solusi dari masalah yang ada, membuat kuriculum tentang perburuhan, agar paradigma negatif tentang buruh itu tidak ada," katanya.

Paparan Yudhie, diamini Ketua Umum Serikat Pegawai Surveyor Indonesia (SPASI) Andito, yang menyampaikan bahwa dalam menjawab masalah ketenagakerjaan, tentunya perlu selaras dengan peningkatan kapasitas skill para buruh.

Sebab, kata dia, semakin intensifnya transformasi digital tentu akan berimplikasi terhadap peningkatan kebutuhan talenta di tanah air. Saat ini, secara rata-rata, buruh di tanah air didominasi pekerja di bidang manufaktur, pertanian, pertambangan, dan konstruksi.

“Sebelum Covid-19, hanya 12 persen pekerja yang masuk serikat pekerja atau buruh, karena itu solusinya adalah buruh atau serikat buruh harus move on dari pola pikir perubahan atau gerakan buruh yang konvensional seperti mobilisasi massa dan lain lain, solusinya upgrade kapasitas buruh,” pungkas Andito.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya