Berita

Wartawan senior Hermansyah meninggal dunia/Ist

Publika

Mengenang Wartawan Senior Hermansyah

SABTU, 01 OKTOBER 2022 | 15:55 WIB | OLEH: ILHAM BINTANG

YA, Allah! Herman pergi pula. Gumam saya spontan, ujarannya tertahan dalam mulut. Jumat (30/9) pagi, saat kaki baru melangkah meninggalkan rumah duka almarhum Irsyad Sudiro (mantan Redaktur Pelaksana Harian Angkatan Bersenjata) yang wafat Kamis (29/9) malam, di ponsel muncul notifikasi berita duka baru: tentang wafatnya Herman atau Hermansyah.

Wartawan senior Medan yang saya kenal amat baik. Ia meninggal dunia pagi itu.

Belakangan ini Tuhan seperti menyasar banyak wartawan untuk dipanggil pulang. Sekurangnya, tercatat lima kawan seprofesi berpulang dalam dua pekan ini.


Sebelumnya, Tuhan telah memanggil Ketua Dewan Pers, Profesor Azyumardi Azra (67). Ia wafat 18 September lalu di Malaysia. Prof Eddy -- begitu panggilan akrab Cendekiawan Muslim itu-- adalah mantan wartawan Majalah Panji Masyarakat. Ia pemegang kartu anggota PWI semenjak 1984.

Hari Minggu (25/9) lalu menyusul wartawan senior Darmasyah Darwis berpulang dalam usia 79 tahun. Almarhum mantan Wakil Pemimpin Redaksi Harian Angkatan Bersenjata (HAB). Seperti Irsyad Sudiro yang wafat dalam usia 80 tahun Kamis (29/9). Keduanya pimpinan di HAB dan menjadi mentor saya selama bekerja di media itu, 1976-1998.

Semalam, saat melihat foto-foto pemakaman Hermansyah, masuk berita duka baru lagi. Wartawan senior Venty Supangat, yang lama bertugas di istana, wafat Jumat (30/9) pukul 18.46 WIB. Venty adalah wartawan senior HAB, putra N Supangat mantan Pemred HAB dan Ketua Bidang Kesejahteraan PWI Pusat di tahun 80-an.

Hermansyah yang Periang

Hermansyah wafat Jumat (30/9) pagi pukul 09.31 di Rumah Sakit Royal Prima, Medan. Sehari sebelumnya ia dilarikan ke RS itu karena mendapat serangan sesak napas. Ia hanya sempat dirawat satu hari karena komplikasi penyakit.

"Sakit jantung, asam lambung dan asam urat," kata Ronny Simon, wartawan senior, Ahli Dewan Pers di Medan. Herman meninggal dunia dalam usia 58 tahun, meninggalkan istri dan empat anak, yang dua di antaranya sudah berumah tangga.

Hermansyah bertubuh kekar dan energik, sepintas seperti tak menyimpan penyakit apa pun. Masih segar dalam ingatan saya penampakannya yang selalu riang, dengan senyum selalu menghias wajah dan pengucapan-pengucapan humor khas Medan yang penuh optimisme.

Tidak ada hal yang sulit buat Herman. Suatu kali saya terlambat check in di bandara Kualanamo ketika mau kembali ke Jakarta. Penumpang sudah boarding, koper tidak bisa diangkut. Entah bagaimana cara Herman, koper saya bisa disusulkan. Digotong seorang petugas langsung masuk di pesawat.

Begitupun dalam urusan makan, Hermansyah tidak mengenal pantangan. Waktu di Medan, dia seharian menjamu saya dengan kuliner khas di sana: Gulai Kepala Ikan, Duren Ucok, dan Sup Kepala Kambing. Meski dag dig dug juga, tapi saya layani.

Pembawaan easy going begitu mengantar Hermansyah mudah bergaul dengan siapa pun dan punya relasi luas dengan berbagai kalangan. Kelengkapannya lebih dari cukup itu menjadi bekal menopang profesinya sebagai wartawan dan menjadi Ketua PWI Sumatera Utara satu periode (2015-2021).

Saya lupa kapan mulai mengenal dia. Namun sepengetahuan sejak  bertemu pertama kali seperti itulah pembawaan Hermansyah.  Sebelum pandemi, kami sering bertemu dalam acara-acara resmi PWI.

Seperti dalam acara Hari Pers Nasional, ketika Kongres PWI Solo (2018) dan saat ia mengundang saya khusus untuk memberi “Pembekalan kepada Anggota PWI Sumatera Utara” di Medan (2019).

Di luar itu, tiap ke Jakarta, dia sempatkan mengunjungi saya untuk bersilaturahmi. Saya sedih tidak dapat menghadiri resepsi pernikahan anaknya di Medan dua tahun lalu karena waktu itu saya berada di luar negeri. Terakhir Herman bertandang ke kantor pada bulan Januari 2020, sebelum pandemi Covid-19. Kami ngobrol sambil ngopi di Kula Coffee Meruya.

Selama pandemi kami tidak pernah ketemu, namun kontak tidak pernah putus lewat telepon maupun saluran WhatsApp. Chat terakhirnya 9 September lalu. Ia meminta saya memberi perhatian kepada terpilihnya Ketua Dewan Kehormatan PWI Sumut menjadi Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut 11 Agustus lalu.

Hermansyah menyitir isi Pasal 26 ayat 3 PD/ PRT PWI yang melarang pengurus merangkap jabatan di institusi yang terafiliasi dengan pemerintah.

Rupanya Hermansyah tetap memberikan perhatian serius kepada upaya pentaatan anggota kepada organisasi, meski tak duduk lagi sebagai pengurus PWI. Mengacu pada catatan, konsen Hermansyah sewaktu menjadi Ketua PWI Sumut memang pada kepatuhan anggota terhadap aturan organisasi, kode etik profesi, dan kode perilaku wartawan.

"Hanya itu yang bisa menjadi faktor pembeda wartawan dengan aktivitas netizen di media sosial," katanya.

Demi mencapai tujuan itu, selama memimpin PWI Sumut Herman banyak menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan. Seperti acara pembekalan yang mengundang saya berbicara di depan 72 calon anggota PWI tingkatan calon anggota sampai anggota biasa (penuh).

Acara itu semacam hari “Wisuda”. Tampil juga berbicara waktu itu Wakil Gubernur Sumut terpilih, H. Musa Rajekshah.

Tiada lagi Hermansyah. Semoga tentram di sisi Allah SWT.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Jusuf Kalla: Konflik Timteng Berpotensi Tekan Ekonomi Global dan Indonesia

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:19

Permohonan Restorative Justice Rismon Menggemparkan

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:07

Reset Amerika

Jumat, 13 Maret 2026 | 04:01

Sinopsis One Piece Season 2 di Netflix Petualangan Baru Luffy di Grand Line

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:32

Rismon Ajukan RJ, Ahmad Khozinudin: Label Pengkhianat akan Abadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:23

BPKH Bukukan Aset Konsolidasi Rp238,99 Triliun hingga Akhir 2025

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:08

ICWA Minta RI Kaji Lagi soal Gabung Board of Peace

Jumat, 13 Maret 2026 | 03:00

Rismon Siap Dicap Pengkhianat Usai Minta Maaf ke Jokowi

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:24

Indonesia Diminta Aktif Dorong Perdamaian Timteng

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:07

KPK Sita Aset Rp100 Miliar Lebih dari Skandal Kuota Haji Era Yaqut

Jumat, 13 Maret 2026 | 02:04

Selengkapnya