Berita

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Kepala Biro Umum Yonathan Demme Tangdilintin, dan jajaran unit KPK lainnya turut memeriahkan rangkaian kegiatan kampanye dan sosialiasasi Roadshow Bus Antikorupsi yang berlangsung selama tiga hari sejak hari ini, hingga Minggu di Kota Serang, Banten (2/10)/Ist

Hukum

Roadshow Bus Antikorupsi KPK di Serang Banten Usung Tema "Disiplin"

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2022 | 21:30 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tiba di Kota Serang, Provinsi Banten, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam program Roadshow Bus Antikorupsi KPK "Jelajah Negeri Antikorupsi" akan melakukan kampanye dan sosialisasi kepada masyarakat Kota Serang dengan mengambil salah satu dari sembilan nilai antikorupsi, yaitu disiplin.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Kepala Biro Umum Yonathan Demme Tangdilintin, dan jajaran unit KPK lainnya turut memeriahkan rangkaian kegiatan kampanye dan sosialiasasi Roadshow Bus Antikorupsi yang akan berlangsung selama tiga hari sejak hari ini, hingga Minggu (2/10).

Adapun para stakeholder yang turut ikut antara lain, jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Serang, para murid dari jenjang pendidikan PAUD, TK, SD, SMP dan SMA, mahasiswa Perguruan Tinggi, para tenaga pendidik dan pengajar, para Kiai dan santri di Pondok Pesantren serta masyarakat umum di Kota Serang, Banten.


Dalam sambutannya, Ghufron mengatakan, nilai yang diambil untuk tema kampanye dan sosialisasi pendidikan antikorupsi di Banten adalah Disiplin.

Menurut Ghufron, disiplin memiliki banyak tafsir berdasarkan kajian yang telah dilakukan beberapa pihak yang bekerjasama dengan KPK.

"Kedisiplinan merupakan sikap membentuk diri kita untuk tidak mengikuti keinginan hati yang mengarah pada perendahan nilai diri atau perusakan diri, tetapi untuk mengejar apa-apa yang baik bagi diri kita dan untuk mengejar keinginan yang baik atau positif dalam kadar sesuai," ujar Ghufron.

Selain itu kata Ghufron, disiplin juga berarti membentuk diri untuk tidak mudah puas terhadap apa yang diraih, dengan cara mengembangkan kemampuan bekerja dengan manajemen waktu yang bertujuan dan menghasilkan sesuatu yang berarti bagi kehidupan.

"Kami gembira sekali melihat antusiasme bapak ibu serta masyarakat yang ikut serta dalam rangkaian kegiatan Roadshow Bus KPK Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi. Antusiasme tersebut memunculkan optimisme, bahwa masih ada harapan akan Indonesia yang bersih dari korupsi, masih banyak yang peduli akan masa depan Indonesia yang lebih baik," kata Ghufron.

Ghufron kembali mengingatkan, korupsi adalah perbuatan yang batil dan tidak mungkin diberantas sendiri. Ibarat jabatan adalah sebuah ibadah yang harus ditunaikan secara benar di hamparan sajadah muka bumi ini. Sehingga, perbuatan korupsi harus dijauhkan agar dalam bekerja kita mendapat pahala layaknya ibadah.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Banten, Al Muktabar menyambut baik kehadiran bus KPK di daerahnya. Muktabar berharap, dengan kedatangan KPK untuk memberikan sosialisasi kepada warganya dapat menjadikan wilayah Banten menjadi lebih berintegritas. Dia pun juga berkomitmen untuk membantu KPK bersatu padu melawan korupsi.

"Mari kita membangun komitmen, satu padu melaksanakan tujuan bersama untuk sedapat mungkin mencegah apa yang disebut dengan korupsi itu sendiri. Ini adalah langkah preventif KPK dan kami jajaran Pemerintah Provinsi Banten lengkap segenap bupati walikota, masyarakat, kita akan bahu membahu untuk tujuan bersama ini," katanya.

Rangkaian kegiatan kampanye dan sosialisasi antikorupsi yang dilaksanakan, yaitu edukasi antikorupsi untuk pelajar dan masyarakat umum dengan mendongeng, playday boardgames, dan pemutaran film antikorupsi.

KPK juga menggelar pameran pelayanan publik dengan bekerjasama Pemda untuk berkoordinasi dengan instansi setempat. KPK juga menyelenggarakan kuliah umum di Kampus Universitas Tirtayasa dan Edukasi Antikorupsi kepada Tenaga Pendidik di Aula SMK 2.

Di hari kedua pada Sabtu (1/10), KPK menyelenggarakan bimbingan teknis peningkatan peran serta masyarakat Kota Serang dalam pemberantasan korupsi. KPK juga melakukan silaturahmi kepada para ulama se-Provinsi Banten dan kunjungan ke sebuah Pondok Pesantren Al-Mubarok.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya