Berita

Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Kabupaten Batang, Yanto/RMOLJateng

Nusantara

Presidium Aliran Kepercayaan Batang Minta Pendidikan Anak Penghayat di SMA Diakomodasi

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2022 | 12:50 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Pendidikan kepercayaan untuk anak penghayat di tingkat Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/K) dinilai belum terakomodasi. Selama ini, anak penghayat di tingkat SMA/K masih mengikuti pendidikan agama di sekolahnya.

"Untuk SMA atau SMK belum ada pendidikan penghayat. Itu kan kewenangannya provinsi ya," kata Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Terhadap Tuhan yang Maha Esa Indonesia (MLKI) Kabupaten Batang, Yanto, Jumat (30/9).

Hal itu relatif tidak masalah, kata Yanto, karena tidak ada diskriminasi. Sebab, di lingkungan masyarakat, aliran kepercayaan atau penghayat sudah dianggap sebagai bagian dari kebudayaan.


Yanto menjelaskan untuk pendidikan penghayat di tingkat SD dan SMP di Batang sudah terakomodir. Beberapa pendidikan penghayat dipusatkan di satu lokasi untuk pembelajarannya.

Diakuinya, bahwa kelemahan penghayat di Kabupaten Batang ada di sumber daya manusia (SDM). Banyak anak penghayat yang hanya lulusan SD serta SMP karena memilih bekerja.

"Selain itu, kami juga ingin umat penghayat kepercayaan bisa menjadi TNI, Polri, dan ASN. Tidak ada masalah, cuma belum terakomodir," jelasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJateng.

Yanto juga menyebut, selama ini para penghayat tidak mendapatkan bantuan sosial tunai (BST) maupun program keluarga harapan (PKH). Harapannya, kepala desa dan perangkat bisa menjembatani.

Di sisi lain, ia merasa pemerintah sudah mengakomodir umat penghayat kepercayaan. Administrasi di KTP pun sudah mewadahi umat penghayat.

"Penghayat pun kini sudah bisa menikah cara penghayat. Bahkan meninggal dunia pun sudah dengan cara pulosoro," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Intelijen Kejari Batang, Ridwan Gaos Natasukmana mengatakan, untuk aliran kepercayaan, sudah ada tim pengawasan aliran kepercayaan dan aliran keagamaaan dalam masyarakat (Pakem).

Ia mengatakan bahwa selama ini tidak ada diskriminasi dalam kehidupan penghayat di Kabupaten Batang. Kehadiran tim pakem pun menjadi bukti negara melindungi eksistensi mereka.

"Untuk jumlah penganut penghayat di Kabupaten Batang mencapai 1.500-an dan sekitar 61 aliran," bebernya.

Ridwan menambahkan, susunan organisasi Pakem sekretariatnya berada di Kejaksaan Negeri Batang dengan anggotanya Badan Kesbangpol, Disdikbud dan Kantor Kemenag Batang.

Populer

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Rayakan HUT Perusahaan Lewat Santunan Anak Yatim

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:59

Polisi Geledah Rumah terkait Kasus Dugaan Korupsi Kejagung, 74 Kg Emas Diamankan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:40

Ketahanan Energi Indonesia Masih Pincang Tanpa Ada Cadangan Strategis

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:12

Polisi Geledah 12 Titik Kasus Korupsi, Rumah Mewah Jampidsus Tidak Termasuk

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:50

Peradi Profesional Catat Rekor Kerja Sama dengan 112 Perguruan Tinggi

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:45

IPW Dukung Polri Usut Dugaan Korupsi di Lingkungan Kejagung

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:26

Yogyakarta dan Takdir Dirgantara

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:01

Kritik terhadap Pemerintah Bagian dalam Kehidupan Demokrasi

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:41

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut Inspirasi Green Warrior Bandung

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:18

Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah Usai Geledah Kafe dan Money Changer di Cipete

Rabu, 08 Juli 2026 | 23:14

Selengkapnya