Berita

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN (FSP BUMN) Arief Poyuono/Net

Politik

Aliran Dana Misterius ke Nasabah BNI, Arief Poyuono: Kalau Salah Lebih dari Sekali, Bukan Wajar

JUMAT, 30 SEPTEMBER 2022 | 05:35 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kasus aliran dana misterius Rp 14,8 triliun yang masuk ke rekening Bank Negara Indonesia (BNI) milik Cahyo, seorang perangkat desa di Tuban, Jawa Timur, harus menajdi perhatian serius dalam pengelolaan perbankan plat merah itu.

Pasalnya, kasus serupa juga dialami NS, seorang honorer di Sekretariat DPRD Buol, Sulawesi Tengah. Saldo di rekening tabungannya juga bertambah menjadi Rp 14,8 triliun di bank yang sama dengan kasus Cahyo.

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN (FSP BUMN) Arief Poyuono mengatakan, klaim yang dikatakan Direktur Human Capital dan Kepatuhan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Mucharom bahwa kasus itu adalah kesalahan sistem, bisa saja dibenarkan jika hanya terjadi sekali.


Tetapi, kata Arief Poyuono, melihat kasus dengan nominal yang sama itu, patut dicurigai aliran dana misterius itu ada unsur kesengajaan dari internal perbankan.

"Kalau salah lebih dari satu bukan wajar, bisa juga kesengajaan yang dilakukan internal Bank BNI dalam upaya melakukan pembobolan dana di bank BNI," kata Arief Poyuono kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat pagi (30/9).

Walau kecil terjadi, Arief juga menduga ada kelemahan sistem komputerisasi dan pengelolaan data nasabah BNI yang mungkin sudah disusupi peretas atau hacker.

"Mungkin saja sistim IT yang menyangkut dana simpanan nasabah di BNI dibobol hacker-hacker model Bjorka," katanya.

Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menjelaskan, dugaan kedua ini jika melihat rekam jejak masih banyaknya perusahaan BUMN hingga kementerian yang abai terhadap keamanan sistem komputerisasinya.

"Memang banyak sekali di Indonesia manajemen di BUMN maupun di kementerian ketika diberi info oleh BSSN bahwa sistem siber sekuriti mereka lemah dan mudah dibobol, tidak peduli dengan sistim keamanan siber mereka," terangnya.

Pada sisi lain, Arief masih mengaku sedikit lega karena penerima aliran dana misterius itu jujur dan melaporkan kepada pihak BNI ketika mengetahui kejadian tersebut.

"Kalau tidak (jujur), dana yang ditransfer hingga triliunan rupiah bisa sudah berpindah ketempat lain," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya