Berita

Mantan jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah/Net

Politik

Tidak Selektif Bela Orang, Wajar Jika Publik Sesalkan Keputusan Febri Diansyah

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 11:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Langkah mantan jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah menjadi kuasa istri Ferdi Sambo, Putri Candrawathi disesalkan publik. Febri dianggap telah berpihak pada sisi yang salah dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga berpendapat, seharusnya Febri berkaca pada idealisme yang selama ini dibangun. Berpihak kepada nilai-nilai luhur dalam norma berperilaku di masyarakat.

"Sebagai advokat, selayaknya Febri mengutamakan idealisme, khususnya memperjuangkan nilai keadilan, kebenaran, dan moralitas. Dengan begitu Febri sebagai advokat turut menegakkan hukum yang berkeadilan di tanah air,” ucap Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (29/9).


Seharusnya, kata Jamiluddin, Febri berpegang teguh pada asas hak asasi manusia dalam kasus yang menjadi bahan perbincangan masyarakat tersebut. Bukan malah mendukung atau menjadi kuasa terhadap kasus hukum yang dialami pelaku.

"Karena itu, Febri seyogyanya dapat memilih mana pihak-pihak yang dibela demi memperjuangkan hak asasi manusia. Dalam konteks ini, selayaknya Febri membela kepentingan korban agar mendapat keadilan,” ujarnya.

Menurutnya, akan sungguh mulia bila Febri juga turut mengusut semua pihak yang menghalangi dan merekayasa kasus yang diduga melibatkan Putri Candrawathi.

"Dengan begitu, Febri akan turut berperan membela kepentingan masyarakat yang berkeadilan. Jadi, wajar bila banyak pihak yang menyesalkan keputusan Febri tersebut. Febri dinilai tidak selektif untuk membela seseorang dalam berperkara,” tutupnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya