Berita

Minoritas Uighur di Xinjiang, China/Net

Dunia

Bantah Tuduhan Pelanggaran HAM, China Ajak Orang-orang ke Xinjiang

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2022 | 08:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China kembali membantah laporan terkait adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap kelompok minoritas Muslim di Xinjiang, Uighur.

Berusaha membalikkan keadaan, China menggelar sebuah pameran foto berjudul "Xinjiang adalah tanah yang indah" di Jenewa, Swiss pada Senin (26/9). Sebanyak 30 diplomat asing turut menghadiri acara tersebut.

"Pintu untuk Xinjiang terbuka. Selamat datang, selamat mengunjungi Xinjiang untuk merasakan keindahannya," kata Perwakilan Tetap China di Kantor PBB Jenewa, Chen Xu, seperti dimuat ANI News.


Selama ini China telah dikritik secara global atas tindakannya terhadap Uighur dengan mengirim mereka ke kamp-kamp penahanan massal untuk menjalani pendidikan ulang atau indoktrinasi paksa.

Tetapi Beijing membantah dengan keras terlibat dalam pelanggaran HAM terhadap Uighur.

Banyak yang meyakini, sejak 2017, pihak berwenang China telah meningkatkan tindakan keras terhadap warga Uighur dan minoritas Turki lainnya di Xinjiang melalui penangkapan sewenang-wenang dan penahanan yang lama.

Diperkirakan 1,8 juta anggota kelompok-kelompok ini telah ditahan di kamp-kamp interniran, di mana beberapa mengalami pelanggaran HAM berat, berupa penyiksaan, pemerkosaan dan kerja paksa.

Sementara itu, penelitian yang baru diterbitkan telah memberikan bukti kuat bahwa China melakukan genosida lambat terhadap penduduk Uighur, karena persepsi Beijing terhadap komunitas tersebut sebagai ancaman keamanan nasional.

Seorang peneliti China, Adrian Zenz dan pengacara hukum internasional Erin Rosenberg menyatakan tindakan China terhadap Uighur sebagai genosida, berdasarkan bukti penindasan sistematis terhadap kelahiran.

Dalam publikasi peer-review mendatang di Central Asian Survey, Zenz menyajikan bukti baru yang komprehensif dan menarik berdasarkan pernyataan dan laporan yang diterbitkan dari akademisi dan pejabat China.

Pesan intinya adalah bahwa populasi Uighur seperti itu adalah ancaman yang membahayakan keamanan nasional China. Beijing telah mulai menekan tingkat kelahiran Uighur untuk "mengoptimalkan" rasio populasi etnis untuk tujuan kontraterorisme. Ini akan mengurangi pertumbuhan penduduk dengan mencegah antara 2,6 dan 4,5 juta kelahiran pada tahun 2040 di Xijiang selatan saja.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

UPDATE

Plesetan Gelar Adat Jokowi: ‘Baginda Raja Rakus Bin Tamak’

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:50

Proyek Kapal Perang Filipina di PT PAL Dongkrak Industri Lokal Naik Kelas

Minggu, 28 Juni 2026 | 05:20

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

Pengelolaan Sawit Butuh ‘Nexus Baru’ Hidupkan Ekonomi Sirkular

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:39

Program BISA Biru TelkomGroup Lestarikan Ekosistem Terumbu Karang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:19

TNI dan Tentara Malaysia Perkuat Kesiapsiagaan dan Kerja Sama Kemanusiaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:57

Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Sehat

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:45

Sultan Didapuk jadi Ketum TP Sriwidjaja Perkuat Pembangunan Daerah

Minggu, 28 Juni 2026 | 03:20

Indonesia Berpotensi Terima 260 Juta Dolar AS Lindungi Ekosistem Laut

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:59

Politisi Mutan Bernama Prabowo

Minggu, 28 Juni 2026 | 02:45

Selengkapnya