Berita

Capim KPK I Nyoman Wara/Net

Politik

Capim KPK I Nyoman Wara Tawarkan Konsep Budaya Anti Korupsi Berbasis Keluarga

RABU, 28 SEPTEMBER 2022 | 16:37 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Komisi III DPR RI menggelar tes uji kelayakan terhadap dua calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (28/9).

Salah satu calon yaitu I Nyoman Wara menawarkan program baru untuk KPK sebagai penekanan budaya anti korupsi.

I Nyoman menuturkan, jika terpilih dirinya akan membangun budaya anti korupsi berbasis keluarga. Pasalnya, setiap orang pertama kalinya akan berada di keluarga dan harusnya di dalam keluarga itu ditimbulkan kesadaran anti korupsi, maka akan lebih efektif untuk pencegahan korupsi.


“Karena ketika keluar, kesadaran itu sudah ada. Nah dibangunlah kita melalui keluarga bahwa setiap orang sadar bahwa korupsi bukan hanya menimbulkan kerugian bagi pelaku tapi juga bisa berdampak kepada keluarga,” ucap I Nyoman Wara saat menjalani fit and proper test.

Selain itu, kata I Nyoman, lembaga keagamaan juga harus menjadi satu pilar penting dalam pemberantasan korupsi dan di sisi lain pendidikan formal untuk memasukkan kurikulum muatan anti korupsi.

"Oleh karena itu kami menginginkan dengan adanya menyentuh hati nurani. Setiap orang hati nurani masyarakat sejak dini. Maka masyarakat kita akan tahu akan paham akan sadar,” katanya.

"Karena dia tahu bukan hanya sekedar tahu, karena begitu tahu dia bisa lupa. Tapi dia paham dan terakhir dia sadar kalau dia sadar maka itu akan membantu dia memperbaiki perilakunya,” imbuhnya.

Dia menegaskan siap untuk diberikan tugas di area-area tersebut, untuk membangun kesadaran diri secara bersama-sama.

"Saya senang kalau berada di dalam area ini dan diantaranya mungkin terjun kita bersama-sama untuk membangun masyarakat kita, untuk membangun anak-anak kita, untuk membangun komunitas kita, tentang kesadaran anti korupsi,” ujarnya.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Penyerahan Aset Hasil Kejahatan ke Negara jadi Benchmark Baru Penegakan Hukum

Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:12

Polda Kalteng Berjibaku Lakukan Pembasahan di Area Titik Panas

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:59

Mazhab Tebet dan Pokok-pokok Pikiran Ekonomi Heterodoks

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:51

Peringati Hari Tani, PalmCo Dorong Kemandirian KUD Melalui Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:44

Melihat Sahara dari Denyut Pembangunan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:27

3.474 Napi Pindah ke Nusakambangan, 115 dari Rutan Depok

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:04

Bos Danantara Ungkap Hilirisasi Dongkrak Ekspor Nikel RI 10 Kali Lipat

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:55

KPK Geledah Dinkes Pemkot Madiun, Sita Dokumen hingga Uang Tunai

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:32

Titiek Soeharto Diminta Turun Gunung Pimpin FKPPI

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:25

RUU Migas dan BUK Migas Harus Menyalakan Kembali Mesin Eksplorasi Indonesia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 20:01

Selengkapnya