Berita

Penandatanganan pakta integritas netralitas ASN untuk Pemilu 2024/Net

Politik

Pakta Integritas Netralitas ASN, Bahtiar: Kami Dukung 100 Persen

SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 17:20 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menginisiasi penandatanganan pakta integritas Penjabat Pembina Kepegawaian (PPK) seluruh Indonesia terkait netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemilu dan Pilpres 2024.

Penandatanganan diwakili Penjabat Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer dan disaksikan Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja; Anggota Bawaslu, Puadi; Ketua Komisi ASN, Agus Pramusinto; Dirjen Politik dan Pemerintahan Kemendagri, Bahtiar; Staf Ahli Pendayagunaan Aparatur Negara Kemenpan RB, Muhammad Imaduddin; serta Deputi Pengawasan dan Pengendalian Kepegawaian BKN, Otok Kuswandaru.

Nantinya, pakta integritas akan disosialisasikan PPK terhadap jajaran ASN untuk senantiasa mewujudkan penyelenggaraan Pemilu dan Pilpres 2024 yang jujur, adil, serta demokratis.


Dirjen Politik dan Pemerintahan Kemendagri, Bahtiar memastikan upaya penegakan netralitas ASN mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Dalam mewujudkan komitmen tersebut, perlu dukungan semua elemen bangsa untuk menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

"Tentu Kemandagri mendukung seratus persen upaya penegakan netralitas ASN dari waktu ke waktu," kata Bahtiar dalam Rakor Bawaslu dan Kepala Daerah yang digelar di Bali, Selasa (27/9).

Di sisi lain, Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja mengakui pelanggaran netralitas ASN selalu meningkat dari tahun ke tahun. Diharapkan, dengan pakta integritas tersebut pelanggaran bisa tereduksi.

"Kami ingin bapak ibu selaku PPK bekerja sama dengan Bawaslu Provinsi melakukan sosialisasi netralitas ASN," kata Bagja.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya