Berita

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi/RMOL

Politik

Soal Konversi Kompor Listrik, Komisi VI DPR RI Bakal Panggil Erick Thohir

SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 16:34 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Program konversi kompor gas 3 Kg ke listrik telah ditunda oleh pemerintah untuk tahun ini. Namun, program tersebut telah dilakukan ujicoba di wilayah Solo dan Denpasar, Bali sebanyak 2 ribu unit.

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad Baidowi mengatakan, Komisi VI berencana akan memanggil Menteri BUMN Erick Thohir mengenai program tersebut.

Diungkapkan Ketua DPP PPP ini, sebelumnya Komisi VI DPR sudah bertanya kepada Pertamina terkait kekuatan LPG. Setelah pihak Pertamina menjabarkan, kata pria yang disapa Awiek ini pihaknya juga akan memanggil PLN dalam waktu dekat.


"Kesiapan infrastrukturnya seperti apa? soal regulasi di Komisi VII, kalau kita bisa memanggil BUMN, pengambil kebijakan enggak bisa kita ambil karena itu Komisi VII,” ucap Awiek di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (27/9).

Pihaknya menegaskan bahwa parlemen sudah mengetahui adanya program tersebut. Namun demikian, Komisi VI, tambah Awiek, masih ingin menanyakan soal detail infrastruktur kompor listrik yang disediakan pemerintah.

"Kan saya sudah bilang tahu. Cuman apakah itu cukup kan belum ada gitu, hanya di Solo dan Bali. Indonesia ini kan ada 514 kabupaten/kota,” ujarnya.

Terkait keluhan PLN yang mengaku surplus, Awik berpendapat PLN perlu mengkaji wilayah mana saja yang surplus untuk dapat disalurkan bantuan kompor listrik.

Sebab, catatan Awik, ada beberapa wilayah yang belum teraliri listrik dengan baik, seperti di daerah pemilihannya di Madura.

"Memang listrik kita itu surplus, tapi di mana surplus itu? Faktanya di rumah kami di Madura itu sering listrik mati, jepret gitu. Ya sehari mati tiga kali, biasa gitu,” tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya