Berita

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, Firman Jaya Daeli/Ist

Publika

Pembangunan Kelembagaan Politik dan Penguatan Kualitas Otonomi Daerah

SELASA, 27 SEPTEMBER 2022 | 08:05 WIB | OLEH: FIRMAN JAYA DAELI

PENULIS sebagai Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia, diundang menjadi pembicara (pemateri) sebagai Dosen Tamu dalam kuliah umum (diskusi publik) di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (FISIP USU), hari Senin, 26 September 2022, di Kampus USU, Medan, Sumut.

Ada sejumlah mahasiswa dan akademisi (dosen) yang datang menghadiri dan mengikuti kuliah umum, antara lain: Gurubesar FISIP USU Prof. Dr. Erika Revida, M.S. dan Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D (Ketua Program Studi Administrasi Publik FISIP USU), dan lain-lain.

Adapun yang menjadi tema kuliah umum adalah "Pembangunan Kelembagaan Politik dan Penguatan Kualitas Otonomi Daerah". Ada beberapa pokok pemikiran strategis yang disampaikan dan diuraikan Penulis.


Ada juga dinamika dan dialetika dalam keseluruhan pengantar dan dialog kuliah umum. Konstruksi dan substansi tematis kuliah umum mengenai: Pembangunan kelembagaan politik dan penguatan otonomi daerah, pada dasarnya berintikan pada sejumlah perihal yang mendasar dan yang berarti.

Pokok pemikiran strategis pertama, yaitu: bahwa kelembagaan politik Indonesia berbasis pada konstitusi dan pada kedaulatan rakyat Indonesia. Perspektif tersebut harus dipahami dan dimaknai dalam kerangka terminologi sistem demokratis konstitusional.

Terminologi tersebut senantiasa dan semakin memastikan dan menguatkan bahwa Pembangunan Kelembagaan politik mesti berdasarkan dan sekaligus berorientasi demokratis konstitusional.

Pokok pemikiran strategis kedua, yaitu: bahwa konstitusi Indonesia UUD Negara Republik Indonesia (NRI) Tahun 1945 telah mengamanatkan dan mengatur keberadaan kelembagaan politik beserta ekosistem utamanya. Ada sejumlah kelembagaan yang bersifat election.

Hakikat kesifatan election dalam konteks tersebut adalah kelembagaan yang keanggotaannya berasal dan bersumber dari proses dan hasil pemilihan umum. Kelembagaan tersebut, antara lain: MPR-RI, Presiden RI/Kepresidenan), DPR RI, DPD RI, Pemerintahan Daerah (Kepala Daerah dan DPRD).

Ada juga kelembagaan yang bersifat selection, yaitu sebuah kelembagaan yang keanggotaannya berasal dan bersumber dari proses dan hasil seleksi yang dilakukan dan diselenggarakan oleh lembaga negara.

Lembaga dengan kategori dan karakteristik selection antara lain: MA RI, MK RI, BPK RI, KY RI, KPU, dan lain-lain. Kelembagaan yang bersifat selection, pada dasarnya memiliki otoritas dengan sejumlah fungsi, tugas, tanggung jawab, dan kewenangan yang tentunya berarti dan berefek strategis kenegaraan.

Pokok pemikiran strategis ketiga, yaitu bahwa kedaulatan rakyat adalah kedaulatan berada di tangan rakyat yang dilaksanakan menurut UUD. Perspektif kedaulatan rakyat utamanya dan intinya adalah diwujudkan secara otentik dan konkret melalui pemilihan umum (Pemilu).

Ada pemilihan umum presiden dan wakil presiden (Pilpres), ada pemilihan umum legislatif (Pileg), ada pemilihan umum kepala daerah (Pilkada). Formulasi dan artikulasi perwujudan kedaulatan rakyat, juga tumbuh dan terbangun dalam proses dan hasil seleksi keanggotaan dari sejumlah kelembagaan politik kenegaraan.

Pokok pemikiran strategis keempat, yaitu: bahwa terminologi pengamanatan dan pengaturan sebuah lembaga dan nomenklatur kelembagaan tersebut dalam konstitusi memiliki dan mengandungi kedudukan dan tugas pokok dan fungsi utama strategis yang berarti dan menentukan.

Intisarinya adalah bahwa lembaga tersebut berada dan bergerak dalam bangunan dan atmosfer yang berparadigma kelembagaan yang mandiri, efektif, dan kuat.

Pokok pemikiran strategis kelima, yaitu: bahwa ekosistem dan infrastruktur penguatan kualitas pemerintah daerah dan kualitas otonomi daerah – memiliki relasi memengaruhi dan menentukan dengan setiap kelembagaan politik.

Kelembagaan politik kenegaraan Indonesia mempunyai energi dan daya pengaruh terhadap percepatan dan peningkatan penguatan kualitas otonomi daerah. Juga keseluruhan kelembagaan politik pemerintah daerah memiliki posisi penting dan peran strategis terhadap penguatan kualitas otonomi daerah.

Pokok pemikiran strategis keenam, yaitu: bahwa penguatan otonomi daerah merupakan jalan sinar dan terang pembumian tujuan nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tujuan nasional sebagaimana diamanatkan dan ditegaskan di dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, merupakan dan menjadi agenda untuk "merayakan" secara otentik dan konkret Proklamasi Kemerdekaan RI. Penyelenggaraan dan pembumian tujuan nasional, juga untuk mengisi dan memaknai Indonesia Raya.

Pokok pemikiran strategis ketujuh, yaitu: bahwa pembangunan kelembagaan politik yang bertujuan pada penguatan kualitas otonomi daerah – harus senantiasa berarti serius dan berdampak luas. Perspektif tersebut, pada gilirannya mesti dikuati dan dimaknai dengan sejumlah faktor berpengaruh dan menentukan.

Keseluruhan faktor tersebut, antara lain: Kepemimpinan; Sumber Daya Manusia (SDM); Sistem (Kultur, Struktur, Instrumen); dan lain-lain. Ketiga perihal tersebut merupakan satu kesatuan utuh yang saling melengkapi dan menguati.

Ekosistem kepemimpinan daerah berkaitan dan berintikan pada personalitas kepala daerah beserta jajaran dan kepemimpinan dan keanggotaan DPRD yang memiliki integritas, kredibilitas, kualitas, kapasitas, kapabilitas, dan profesionalitas untuk mengukuhkan, menumbuhkan, dan menguatkan kualitas otonomi daerah.

Perihal SDM eksekutif daerah beserta seluruh perangkat dan alat kelengkapan pelayanan serta jajaran satuan kerja instansi vertikal, mesti selalu dan semakin berarti menyelenggarakan dan melaksanakan percepatan, pemudahan, perluasan, dan peningkatan berbagai bentuk, jenis, dan wujud pelayanan publik terhadap warga dan masyarakat.

Pembangunan dan pengukuhan kualitas "sistem" kebajikan penyelenggaraan jajaran pemerintah daerah secara keseluruhan, menjadi perspektif yang mendorong dan mendukung penguatan otonomi daerah. Tumbuh dan terbangun "kultur" yang bekerja mengabdi dan yang bertugas melayani dengan unggul, cepat, tepat, cerdas, positif, kompetitif, inovatif, kreatif, dan efektif.

Lagi pula diperkuat dan dipercepat dengan adanya keseluruhan "struktur" utama eksekutif, unit pelayanan, dan satuan kerja jajaran pemerintah daerah; serta keseluruhan "instrumen" (antara lain: ketentuan dan kebijakan yang kondusif dan produktif bagi pembangunan kelembagaan politik dan penguatan otonomi daerah.

Salam Indonesia; Salam Pendidikan dan Kebudayaan; Salam Membangun dan Memajukan.

Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Pramono Klaim 96 Persen Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:20

Garuda Institute Minta BGN Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Minggu, 07 Juni 2026 | 10:12

Balas Serangan AS, Iran Gempur Pangkalan Bahrain dan Kuwait

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:58

Ditjenpas Benahi Overkapasitas dan Tingkatkan Keamanan Lapas

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:54

Paus Leo XIV Sebut Perang AS-Iran Tidak Adil

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:11

Bukan Sekadar Ganti Pejabat, Reshuffle Kabinet Harus Pulihkan Ekonomi

Minggu, 07 Juni 2026 | 09:00

Bupati Pati Sudewo Ditahan di Rutan Semarang Jelang Sidang Dua Perkara

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:56

Suhud Alynudin Akan Dilantik Jadi Ketua DPRD DKI Senin Besok

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:27

Koperasi Didorong Masuk Ekosistem Industri Gula

Minggu, 07 Juni 2026 | 08:02

Gus Salam Serap Aspirasi Nahdliyin Sulsel Jelang Muktamar NU

Minggu, 07 Juni 2026 | 07:52

Selengkapnya