Berita

Rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto dan Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa turut dihadiri tiga matra TNI/RMOL

Politik

Peningkatan Anggaran Kemhan Total Rp 2,4 Triliun Difokuskan untuk TNI AL

SENIN, 26 SEPTEMBER 2022 | 18:44 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Rapat kerja Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, KSAD Jenderal Dudung Abdurrachman dan KSAL Laksamana Yudo Margono membahas detil penambahan anggaran Kementerian Pertahanan/TNI tahun anggaran 2023 sebanyak Rp 2,4triliun dari pagu indikatif sebesar Rp 103 triliun.

Hal itu disampaikan anggota Komisi I DPR RI Farhan usai rapat, di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, Senin (26/9).

“Teknis sekali yang dibahas termasuk masalah alokasi, termasuk alokasi perawatan alutsista dan pemabahan anggaran 2,4 T,” kata Farhan.


Legislator dari Fraksi Nasdem ini mengatakan penambahan anggaran Rp 2,4triliun tersebut mayoritas dialokasikan untuk program pertahanan negara yang ada di tubuh TNI Angkatan Laut (AL).

"Pertama untuk program prioritas pemerintah, menyangkut masalah program pertahanan khususnya di AL,”imbuhnya.

Disinggung mengenai adanya kecelakaan kapal selam beberapa waktu lalu hingga harus menambah alutsista, Farhan menuturkan detil anggaran tidak bisa dibicarakan secara vulgar namun dia memastikan mayoritas anggaran akan didistribusikan lebih banyak ke TNI AL.

“Enggak juga sih (soal kecelakaan kapal selam), program prioritas pemerintah udah lama masuknya. Ya karena kita enggak boleh tahu detil hanya tau memang ini dibutuhkan untuk penjngkatan AL. Total 2,4 T tapi enggak semuanya AL,” katanya.

Pengajuan penambahan anggaran tersebut tidak serta merta disetujui Komisi I, pasalnya di dalam rapat tadi, kata Farhan, ada perdebatan antara Komisi I dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, KSAD Jenderal Dudung Abdurrahman, dan KSAL Laksamana Yudo Margono terkait detil penambahan anggaran tersebut.

“Sempat ada perdebatan dulu tapi kan kita enggak bisa debat panjang, kita masuk ke masalah pelaksanaan dan teknis karena pagu mereka juga hanya 36 persen dari kebutuhan dan masih jauh dari angka ideal yang diputuskan 2014 senilai harusnya 0,8 persen dari PDB,” urainya.

“Sudah. Sudah diketok semua,” tutupnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya