Berita

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell /Net

Dunia

Borrell: Rusia akan Gunakan Senjata Nuklir Bukan Sekedar Gertakan

SENIN, 26 SEPTEMBER 2022 | 06:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

  Kemungkinan bahwa Rusia akan menggunakan senjata nuklir harus menjadi perhatian serius. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell mengecilkan kemungkinan bahwa Rusia hanya sedang menggertak.

"Itu bukan gertakan, Anda harus menganggapnya serius," kata Borrell dalam sebuah wawancara dengan BBC baru-baru ini, seperti dikutip dari TASS, Minggu (25/9).

Komentarnya sekaligus menanggapi pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang dibuat pada Rabu pekan lalu.


"Tentu saja ini saat yang berbahaya," katanya.

Ia sekali lagi mengulang seruannya bahwa negara-negara Eropa harus terus memberikan dukungan kepada Ukraina, termasuk pasokan senjata dan tidak boleh menghentikan kebijakan sanksi anti-Rusia.

"Setiap orang yang pergi ke Moskow dan berbicara dengan Putin, mereka kembali dengan jawaban yang sama, bahwa Putin terus pada kalimnya tentang operasi militer dan akan terus melanjutkan operasi itu sampaoi tujuannya tercapai.  Itu sangat mengkhawatirkan. Kami harus terus mendukung Ukraina," katanya.

Menurut Borrell, konflik perlu diselesaikan melalui upaya diplomatik, tetapi kedaulatan dan integritas wilayah Ukraina harus dipertahankan.

Putin pada Rabu pekan lalu mengatakan dalam pidatonya bahwa Washington telah mendorong Kyiv untuk meluncurkan  tindakan militer ke wilayah Rusia sambil dengan ancaman "pemerasan nuklir".  Ini bukan saja  tentang penembakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye, yang berisiko bencana nuklir, tetapi juga tentang pernyataan yang dibuat oleh perwakilan tingkat tinggi dari negara-negara NATO tentang kemungkinan penggunaan senjata pemunsal massal untuk melawan Rusia.

Sebagai tanggapan atas pernyataan mereka, maka Putin pun mengatakan dalam pidatonya pada Rabu, bahwa Rusia juga memiliki senjata pemusnah massal yang lebih ampuh.

“Saya ingin mengingatkan mereka yang menggunakan pernyataan seperti itu terhadap Rusia, bahwa negara kami juga memiliki berbagai senjata pemusnah yang lebih mutakhir daripada yang dimiliki negara-negara anggota NATO. Dan ketika integritas teritorial negara kami terancam, kami jelas akan menggunakan semua cara yang kami miliki untuk melindungi Rusia dan rakyat kami," kata Putin dalam pidatonya itu, sambil menambahkan bahwa ia tidak sedang menggertak.

Pidato Putin ini kemudian meluas menjadi narasi yang berbeda, di mana orang mengatakan bahwa Rusia mengancam akan meluncurkan serangan nuklir untuk melawan NATO dan Ukraina.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya