Berita

Gubernur Papua Lukas Enembe (LE)/Net

Politik

Pemuka Agama Papua Ingatkan Lukas Enembe tentang Tanggung Jawab pada Tuhan

MINGGU, 25 SEPTEMBER 2022 | 12:34 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) diminta untuk bersedia memenuhi panggilan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi yang sedang dihadapinya.

Salah satu pihak yang turut mendorong agar Gubernur Lukas Enembe itu disampaikan oleh tokoh agama di Sinode GKI Sentani Papua, Pendeta Alberth Yoku. Dia, mengingatkan tentang adanya tanggung jawab seorang pemimpin kepada Tuhan dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

"Siapa pun kita dari agama mana pun, seperti agama Kristen Protestan yang dianut oleh Gubernur Lukas Enembe kita diajarkan untuk takut pada Tuhan dalam menjalankan tanggung jawab dalam melayani masyarakat umum," ujar Alberth Yoku kepada wartawan, Minggu (25/9).


Menurut Alberth Yoku, hal ini diwujudkan dalam janji sumpah jabatan berdasarkan agama yang dianutnya di atas kitab suci.

"Berarti ada tangan Tuhan ikut menduduki sumpah jabatan tersebut," katanya.

Dalam melakukan tanggung jawab, Tuhan pasti tahu apa yang manusia perbuat dalam melakukan tugas jabatan. Untuk itu, sebagai umat beragama, harus patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di dalam pemerintahan berbangsa dan bernegara di NKRI.

Karena itu, Alberth Yoku meminta Gubernur Papua bersedia memenuhi panggilan KPK, mengikuti koridor hukum yang berlaku dan sebagai seorang pejabat publik harus bersikap pro aktif dan bertanggung jawab atas perbuatan yang telah dilakukannya.

Sikap pro aktif dan kerja sama dengan pihak penegak hukum kata Alberth, adalah langkah menyelesaikan masalah. Hukum juga menjadi jalan pembuktian bahwa tuduhan yang sudah diketahui publik adalah tidak benar.

"Kalau pun benar, maka konsekuensinya juga harus dijalankan sebagai sikap bijak menjalankan tanggung jawab. Membuktikan diri di ruang pengadilan adalah pembuktian dari tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukan," jelasnya.

Alberth Yoku menilai, bahwa hukum akan menempatkan setiap warga negara dalam posisi benar dan salah. Maka dari itu, tidak ada salahnya Gubernur Lukas maju dengan berani, nyatakan kebenaran dan kejujuran atas nama Tuhan.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya