Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Dua Kapal Selam Tanpa Awak China Ditemukan di Laut China Selatan

JUMAT, 23 SEPTEMBER 2022 | 08:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kapal selam tanpa awak milik China kembali ditemukan di Laut China Selatan. Penemuan ini diyakini hanya sebagian kecil dari penyebaran drone yang dilakukan besar-besaran oleh Beijing.

Dari laporan Naval news, citra satelit baru menunjukkan dua kapal selam tanpa awak ekstra besar China (XLUUV) di Pangkalatan Angkatan Laut Sanya di Pulau Hainan

Menurut laporan itu, dua XLUUV tersebut sudah ada sepanjang waktu di pangkalan sejak Maret dan April 2021, tetapi baru terlihat sekarang. Dua XLUUV juga terlihat di dekat area penempatan kapal selam China.


Menurut analis pertahanan H.I. Suton, XLUUV memiliki panjang sekitar 16 meter dan lebar dua meter. Kendaraan tanpa awak ini mampu melakukan misi ISR.

Selain itu, ukurannya yang lebih besar menghasilkan daya tahan laut yang lebih lama, yang memungkinkannya digunakan untuk operasi ofensif seperti penempatan ranjau, perang anti-kapal selam, dan operasi khusus.

Dalam artikelnya, Asia Times mencatat, Laut China Selatan merupakan lingkungan operasi yang ideal untuk XLUUV, karena fitur bawah lautnya yang tidak terpetakan dan dangkalnya membuat navigasi berbahaya bagi kombatan angkatan laut berawak.

Laporan dari US Congressional Research Service (CRS) pada Agustus menyebut terdapat potensi salah perhitungan dan eskalasi dengan kapal tak berawak.

Tanpa bimbingan manusia dari sistem tak berawak, risiko eskalasi meningkat, dengan insiden tanpa kehadiran manusia langsung atau kerugian yang berpotensi memicu konflik yang lebih luas di laut dan sekitarnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya