Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Publika

Indonesia Harus Waspada Geopolitik Terakhir

KAMIS, 22 SEPTEMBER 2022 | 23:24 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

UNTUK pertama kalinya pasca-PD II, Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer. Rusia memerintahkan mobilisasi parsial pertamanya sejak Perang Dunia II. Pasalnya, Putin menerangkan, Rusia membutuhkan tenaga tambahan untuk memenangkan perang melawan Ukraina dan Barat.

Ketika pengumuman wajib militer itu disiarkan di televisi, pencarian kata-kata 'tiket' dan 'pesawat' pun meningkat hingga dua kali lipat di Google. Pencarian 'meninggalkan Rusia' juga melonjak sampai seratus kali lebih banyak dari biasanya.

Disadur dari AFP, Aviasales mencatat, penerbangan langsung menuju negara-negara tetangga bekas Uni Soviet terdekat segera terjual habis untuk 21 September. Negara-negara tersebut meliputi Armenia, Georgia, Azerbaijan, dan Kazakhstan.


Di televisi Putin menerangkan yang dimaksud mobilisasi parsial. Artinya, hanya warga negara yang saat ini berada dalam pasukan cadangan militer dan, di atas segalanya, yang pernah bertugas di angkatan bersenjata memiliki keterampilan militer dan pengalaman yang relevan. Hanya mereka yang akan dikenakan wajib militer.

Meskipun sudah ada penjelasan terkait mobilisasi parsial ini namun banyak warga Rusia yang khawatir akan dipaksa untuk masuk ke dalam wajib militer yang akan dikirim perang melawan Ukraina.

Dilansir Reuters, mobilisasi parsial akan menarik 300 ribu tentara cadangan dari 25 juta tentara dalam pasukan cadangan militer Rusia. Pengerahan tersebut akan bergulir dalam beberapa bulan mendatang.

Kritikus mengatakan, Rusia sengaja menggunakan istilah ambigu dalam dekrit mobilisasi. Alhasil, pihak berwenang memiliki kebebasan dalam implementasinya.

Angka 300 ribu pun tak tertulis dalam dekrit meski disebutkan oleh Menteri Pertahanan Rusia, Sergey Shoigu. Shoigu menjelaskan, tugas pasukan cadangan adalah memperkuat garis depan yang membentang lebih dari seribu kilometer.

Klasifikasi yang dibutuhkan tentara cadangan dengan pengalaman khusus seperti pengemudi tank, pencari ranjau, dan penembak jitu. Mereka akan menjalani pelatihan terlebih dahulu sebelum pergi ke Ukraina.

Dengan adanya mobilisasi tentara cadangan sejumlah 300 ribu orang ini dapat dipastikan konflik Rusia - Ukraina ini akan terus berlangsung dalam waktu yang lama. Pengerahan 300 ribu pasukan cadangan ini pastinya akan menimbulkan ketegangan baru di kawasan Eropa.

Pemimpin Ukraina dan Rusia mestinya duduk bersama  untuk mencari solusi damai bagi konflik yang terjadi selama ini yang sudah memasuki bulan ke-7. Karena semakin lama konflik ini terjadi maka semakin besar juga jatuh korban di kedua belah pihak. Dan tentunya hal tersebut merugikan kepentingan masing masing negara.

Penulis merupakan pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya