Berita

Najwa Shihab/Net

Politik

Anggap Pernyataan Najwa Shihab Berbahaya, Lemkapi: Mengarah ke Pelanggaran Hukum

SELASA, 20 SEPTEMBER 2022 | 15:38 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian (Lemkapi) Edi Hasibuan mengecam tudingan Najwa Shihab soal gaya hedon anggota kepolisian.

Menurut Edi, pernyataan Najwa terlalu provokatif terhadap institusi kepolisian dan sangat berbahaya lantaran menghasut masyarakat untuk tidak percaya kepada polisi.

"Kita melihat pernyataan Najwa Shihab terlalu provokatif dan sangat tidak objektif. Pernyataan ini bisa mengarah pada pelanggaran hukum yakni pasal 160 KUHP tentang makar dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun,” kata Edi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/9).


Anggota Kompolnas periode 2012-2016 ini berpandangan, pernyataan Najwa Shihab itu menghasut dan bisa menimbulkan kegaduhan ditengah masyarakat. Disisi lain kata Edi, pernyataan Najwa telah menyakiti hati seluruh polisi dan keluarganya.

“Tidak semua anggota polri itu punya kehidupan yang baik. Saat ini lebih banyak anggota polri yang kehidupannya sangat sulit. Banyak anggota polri tidak punya rumah dan rumahnya dari tahun ke tahun ngontrak atau tinggal di asrama,” beber Edi.

Edi mengungkapkan, sebagian besar anggota kepolisian masih menyisihkan penghasilannya untuk cicilan kredit di bank untuk memliki rumah dan kendaraan. Tidak jarang, kata Edi, anggota polisi terpaksa harus kerja sampingan karena butuh biaya sekolahkan anak. Mereka ada yang nyambi tukang ojek, jadi guru ngaji hingga kerja sampingan lainnya.  

"Kita minta Najwa Shihab minta maaf dan meralat pernyataannya,” pinta doesn hukum kepolisian Universitas Bhayangkara ini.

Namun demikian, Edi mengamini ada anggota kepolisian yang bergaya hidup mewah. Namun ia minta masyarakat tidak berburuk sangka soal kemewahan itu, sebab bisa saja diperoleh dari usaha ataupun warisan keluarga.

Edi juga setuju, oknum polisi yang punya gaya hidup mewah harus dihentikan dan harus ditindak jika ada terbukti koruptif.

"Kita yakin Kapolri juga tidak suka melihat kehidupan anak buahnya yang hedon. Tapi percayalah jumlah polisi yang baik dan memiliki kehidupan yang sangat sederhana itu jumlahnya jauh lebih banyak,” pungkas Edi.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya