Berita

Driver ojek online/Net

Nusantara

Kenaikan Tarif Ojol Disambut Suka cita Driver di Daerah

SENIN, 19 SEPTEMBER 2022 | 22:16 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan secara resmi telah menaikkan tarif transportasi online. Kenaikan tarif transportasi online itu sudah berlaku juga di berbagai daerah.

Salah satu driver daring asal Balikpapan, Cherish Wiranata, mengatakan, kenaikan tarif transportasi online ini tentu harus disambut baik oleh semua pengemudi transportasi online. Terutama yang juga menjadi mitra di daerah-daerah.

"Apapun itu tentu kita harus menyambut baik, termasuk dengan kebijakan kenaikan ojek online ini," kata Cherish kepada wartawan, Senin (19/9).


Pasalnya, kenaikan itu juga akan membantunya mengurangi tekanan pengeluaran imbas kenaikan harga bahan bakar. Sebagai driver, ia juga berpikir, jangan sampai kenaikan itu justru juga memberatkan konsumen.

Yang pasti, lanjut Cherish, sejauh ini tidak ada keluhan dari pengguna transportasi online terkait kenaikan harga. Memang, ada beberapa pengguna atau pelanggan yang bercerita, lebih menyayangkan kenaikan harga. Namun, banyak juga pengguna, yang mau menerima kenaikan tarif. Asal pelayanan semakin baik.

"Sejauh ini sih gak ada keluhan. Ada beberapa pengguna atau pelanggan, ngobrol-ngobrol saja, cuma menyayangkan ada juga yang tidak," kata dia.

Dirinya mengaku, kebijakan kenaikan tarif, juga tak membuat orderan sepi. Ia mengaku sehari masih bisa dapat 6-8 orderan. "Masih normal saja, seperti biasa, tapi tidak tahu kalau driver lain," ujar Cherish, yang sudah menjalani profesi sebagai driver selama 5 tahun.  

Hal serupa dirasakan oleh Adi. Pengemudi ojek online asal Makassar ini mengaku senang dengan kebijakan pemerintah. Pasalnya, selain bisa meningkatkan pendapatan, juga dia optimis bakal banyak orderan. Apalagi tetap banyak promo dari aplikator untuk konsumen.

"Intinya dengan adanya kenaikan tarif ini, kami sambut dengan senang ya. Karena pendapatan kami semula tarif Rp7 ribu sekian, sekarang meningkat menjadi Rp9 ribu sekian," kata Adi.

Dia mengaku, dengan adanya kebijakan ini tidak serta merta menjadi buruk bagi pelanggan. Terlebih, di wilayah Makassar ada program ojol day untuk menekan dampak inflasi kenaikan harga BBM.

Termasuk juga untuk mengurangi kemacetan akibat kendaraan pegawai yang seringkali mengambil sebagian sisi jalan sebagai tempat parkir. Terutama di jalan sekitar kawasan Balai Kota Makassar.

"Kami selaku pengemudi intinya senang, yang penting bagaimana tetap ramai orderan, karena itu yang kami harapkan," jelas dia.

Sementara, driver transportasi online lain yang beroperasi di Medan, Ferdinand, menyambut baik kenaikan tarif karena tentu saja diharapkan akan juga menaikkan atau menjaga pendapatan para mitra driver.

"Saya menyambut baik dengan adanya kenaikan tarif ini. Yang pasti pendapatan kami naik ya, tapi dampak lebih jauh dari kenaikan itu belum tau," jelas pria asal Medan ini.

Yang pasti, kata dia, sebagai driver ia lebih fokus pada pekerjaan, bagaimana caranya agar bisa memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari dan berharap orderan tetap banyak. Kemudian konsumen tetap loyal dan aplikator juga membantu memberi promo.

Sebagai driver, ia juga berharap kepada pemerintah di daerah, juga Kemenhub, untuk lebih memperhatikan juga sarana pendukung transportasi, seperti memperbanyak tempat parkir gratis untuk Ojol sehingga memudahkan mengakses restoran.

Kemudian, kata Ferdinad, untuk memperhatikan juga tingkat kelayakan aplikasi  agar memenuhi standar dalam mitranya. Dan untuk berada di level yang sama terkait tarifnya juga.

Pengemudi ojol yang beroperasi di Bali, Subairi, juga gembira dengan kenaikan tarif karena secara otomatis akan meningkatkan pendapatan.

"Yang pasti pihak kantor sudah sosialisasi, pihak managemen ikuti aturan pemerintah, kami senang. Temen-temen juga akan ada  peningkatan pendapatan. Kita mah ya senang saja. Nikmatin saja emang kerjaannya begini. Kenaikan ini bisa buat nombok bensin," kata dia.

Apalagi, sejak bergabung dari tahun 2019 awal, ia bersama driver lain, cukup berjuang keras dan pemerintah baru menaikan tarif.

 "Saya sebagai mitra sudah menjalin 3 tahun. Untuk suka dan duka, cukup seneng. Kenaikan ini tentu akan mendapatkan pendapatan," katanya.

Dia pun mengatakan, dengan kenaikan tarif transportasi online ini tidak akan mempengaruhi pengguna. Dia menyakini, pelanggan  transportasi online ini tetap akan setia.

"Tidak akan terpengaruh, karena masih akan banyak pengguna, apalagi banyak promo juga, pelanggan saya yakin tetap setia," jelas dia.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

Eks Relawan: Jokowi Manusia Nggedabrus

Minggu, 01 Februari 2026 | 03:33

UPDATE

Wall Street Menguat Ditopang Kebangkitan Saham Teknologi

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:11

Pemerintah Pastikan Beras Nasional Pasok Kebutuhan Jamaah Haji 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 08:07

KPK Akan Panggil Lasarus dan Belasan Anggota Komisi V DPR Terkait Kasus Suap DJKA

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:49

Harga Emas Dunia Melejit, Investor Antisipasi Kebijakan The Fed 2026

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:36

Menhaj Luncurkan Program Beras Haji Nusantara

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:18

Raja Charles Siap Dukung Penyelidikan Polisi soal Hubungan Andrew dan Epstein

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:15

Prabowo Paham Cara Menangani Kritik

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:09

Saham UniCredit Melejit, Bursa Eropa Rebound ke Level Tertinggi

Selasa, 10 Februari 2026 | 07:00

Suara Sumbang Ormas

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:57

Dirut BPR Bank Salatiga Tersangka Korupsi Kredit Fiktif

Selasa, 10 Februari 2026 | 06:40

Selengkapnya