Berita

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat Rapimnas Demokrat, Kamis, 15 September 2022/RMOL

Politik

Sindir Jokowi Banyak Gunting Pita, AHY Diminta Baca Data

MINGGU, 18 SEPTEMBER 2022 | 08:14 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Pidato Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menyebut tahun pertama pemerintahan Joko Widodo lebih banyak gunting pita dan hanya meneruskan proyek era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai minim data.

Anggota Komisi V DPR RI, Ilham Pangestu menuturkan, jika dikalkulasi selama dua periode, pembangunan era Jokowi lebih banyak dibandingkan di masa pemerintahan SBY.

"AHY jangan terlalu pede dalam berbicara. Era Pak SBY selama 10 tahun membuat jalan tol 189,2 km. Pak Jokowi yang baru menjabat 8 tahun sudah membuat 1762,3 km jalan tol," kata Ilham dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/9).


Menurutnya, pidato AHY yang disampaikan dalam Rapimnas Demokrat, Kamis (15/9) lalu itu hanya sekadar retorika seorang ketum partai.

"Saya sangat menyayangkan, bagaimana mungkin seorang ketua umum seperti AHY berpidato tanpa basis data," kata Ilham.

Lebih jauh lagi, Ilham menyinggung beberapa proyek era SBY yang berujung mangkrak, salah satu yang diingat publik adalah pembangunan proyek Hambalang dan berakhir pada kasus hukum sejumlah politisi Demokrat.

"Rakyat Indonesia mencatat begitu banyak proyek infrastruktur SBY yang mangkrak. Ada monumen Hambalang yang menjadi bukti adanya korupsi, rakyat semakin cerdas," tegasnya.

Infrastruktur lain, Ilham menyebut Jokowi sudah membangun 29 bandara, sedangkan di era SBY hanya membangun 24 bandara.

"Bahkan dalam tahun 2022 sampai 2024 akan ada 9 bandar udara lagi yang siap beroperasi," tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

UPDATE

Fasilitas Server Diserang, AS-Israel Makin Kewalahan Hadapi Iran

Senin, 16 Maret 2026 | 01:30

Kecelakaan Beruntun di Tol Semarang-Batang Nihil Korban Jiwa

Senin, 16 Maret 2026 | 01:09

Port Visit di Cape Town

Senin, 16 Maret 2026 | 00:50

Program MBG Bisa Lebih Kuat jika Didesain secara Otonom

Senin, 16 Maret 2026 | 00:30

Persib dan Borneo FC Puas Berbagi Poin

Senin, 16 Maret 2026 | 00:01

Liberalisasi Informasi dan Kebutuhan Koordinasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:42

Polri Buka Posko Pengaduan Khusus Kasus Andrie Yunus

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:17

Ketika Jiwa Bangsa Menjawab Arogansi Teknologi

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:14

Teror Air Keras dalam Dialektika Habermasian

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:45

Yuddy Chrisnandi: Visi Menteri dan Presiden Harus Selaras

Minggu, 15 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya