Berita

Ketua DKPP RI Heddy Lugito usai beraudiensi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian/RMOL

Politik

DKPP Kedepankan Strategi Pencegahan Pelanggaran Etik Penyelenggara Pemilu di 2024

JUMAT, 16 SEPTEMBER 2022 | 13:27 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Strategi pencegahan akan menjadi cara yang paling utama dipakai Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk mengurangi angka pelanggaran etik oleh penyelenggara pemilu.

Ketua DKPP RI Heddy Lugito menyampaikan hal tersebut seusai beraudiensi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (16/9).

"Ke depan kita lebih mengedepankan pencegahan dibanding penanganan," ujar Heddy.


Menurutnya, keberhasilan kerja DKPP sebagai lembaga yudisial etik pemilu bisa dilihat dari jumlah penanganan perkara dugaan pelanggaran etik yang menurun.

"Bukan karena banyaknya penanganan perkara, bukan karena banyaknya pelanggaran perkara, tapi makin banyak berkurangnya," tutur Heddy.

"Kalau makin banyak berkurangnya penanganan perkara ya DKPP berhasil, tapi kalau makin banyak berarti kita gagal," sambungnya.

Maka dari itu, Heddy memastikan ke depannya DKPP akan lebih mengedepankan strategi pencegahan dengan cara mensosialisasikan norma-norma pelanggaran etik kepada penyelenggata pemilu, baik itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Kerjasama (akan dilakukan) dengan lembaga lain termasuk KPU dan Bawaslu agar menertibkan anggotanya tetap setia pada kode etik pemilu," demikian Heddy.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya