Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

China Kembangkan Rudal Supersonik yang Mampu Terbang dan Menyelam

KAMIS, 15 SEPTEMBER 2022 | 08:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Saat ini China tengah mengembangkan teknologi baru, yaitu rudal anti-kapal supersonik yang dapat terbang dan menyelam. Rudal ini pun diklaim bisa melakukan perjalanan yang lebih jauh dan lebih cepat dari rudal mana pun.

Menurut para peneliti yang terlibat dalam proyek ini, rudal berukuran lima meter itu mampu melaju dengan kecepatan 2,5 kali kecepatan suara, dengan ketinggian 10 ribu meter sejauh 200 kilometer. Rudal juga mampu menyelam dan meluncur melintasi ombak hingga 20 kilometer.

"Setelah berada dalam jarak sekitar 10 kilometer dari targetnya, rudal akan masuk ke mode torpedo, bergerak di bawah air dengan kecepatan hingga 100 meter per detik (200 knot) menggunakan superkavitasi, pembentukan gelembung udara raksasa di sekitarnya yang secara signifikan mengurangi hambatan," kata para peneliti, seperti dikutip Asia One.


Rudal juga dapat mengubah arah sesuka hati atau melakukan crash-dive hingga kedalaman 100 meter untuk menghindari sistem pertahanan bawah air tanpa kehilangan momentum.

Ilmuwan utama dari proyek ini, Li Pengfei, menyebut tidak ada sistem pertahanan kapal yang dirancang untuk menangani serangan "lintas media" yang begitu cepat.

“Ini dapat sangat meningkatkan kemampuan penetrasi rudal,” kata Li.

Namun ia mengungkap, salah satu tantangan terbesar bagi pengembang adalah sistem tenaga, karena kebutuhan untuk menghasilkan daya dorong yang cukup besar saat menghirup udara atau air.

Kendai begitu, tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan boron, elemen ringan yang bereaksi hebat saat terkena keduanya, melepaskan sejumlah besar panas.

Adapun rudal ini dikembangkan oleh para ilmuwan dari teknik kedirgantaraan Universitas Nasional Teknologi Pertahanan di Changsha, Provinsi Hunan.

Pada 8 September lalu, tim ilmuwan meluncurkan cetak biru untuk sistem tenaga rudal di Journal of Solid Rocket Technology, yang diterbitkan oleh Perhimpunan Astronautika Tiongkok.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya