Berita

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di acara Desa Antikorupsi/Ist

Politik

Mesra di Surabaya, Duet Firli-Khofifah Berpeluang Tampil di Pilpres 2024

RABU, 14 SEPTEMBER 2022 | 20:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kedekatan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di acara Desa Antikorupsi, dipandang sebagai sinyal dari peluang besar keduanya berpasangan maju di Pilpres 2024.

Bahkan, jika keduanya berpasangan, diyakini akan sangat mudah menumbangkan calon potensial lainnya seperti Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, hingga Anies Baswedan.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menanggapi kedekatan Firli dengan Khofifah dalam acara pembukaan kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis Desa Antikorupsi di Surabaya, Jawa Timur pada hari ini, Rabu (14/9).


"Khofifah-Firli menjadi bius bagi kandidat-kandidat yang sudah bermunculan saat ini. Bahkan, sekelas Ganjar, Prabowo dan Anies bisa dengan mudah tumbang apabila Firli dan Khofifah berpasangan," ujar Saiful kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (14/9).

Menurut akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, apabila Firli dan Khofifah diberikan kesempatan maju menjadi pasangan kandidat alternatif, diyakini dapat melenggang menang tanpa hambatan berarti.

"Pasangan antikorupsi yang nasionalis seperti Firli apabila dipasangkan dengan Khofifah sebagai perempuan yang dikenal tokoh Muslimat NU bisa membuat ketar-ketir pasangan kandidat lainnya," katanya.

Untuk itu, dia menyarankan kepada para partai politik (parpol) yang menginginkan memenangkan Pemilu 2024 untuk dapat memperhitungkan kedua tokoh tersebut sebagai calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).

"Kalau parpol ingin memenangkan Pemilu 2024, maka sangat layak diperhitungkan pasangan Firli-Khofifah untuk diusung pada kesempatan 2024 yang akan datang," pungkas Saiful.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya