Berita

Ratu Elizabeth II/Net

Dunia

Tiga Negara Ini Dilarang Hadiri Pemakaman Ratu Elizabeth II, Kenapa?

RABU, 14 SEPTEMBER 2022 | 08:28 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Di antara banyaknya kepala negara dan kepala pemerintahan yang berencana mengukti prosesi pemakaman Ratu Elizabeth I, Inggris telah menetapkan daftar negara yang masuk ke daftar hitam.

Rusia, Belarus, dan Myanmar dilarang menghadiri pemakaman Ratu yang akan digelar di Westminster Abbey pada 19 September mendatang.

Sejauh ini, Kerajaan Inggris belum mengirim surat undangannya ke tiga negara tersebut.


Di samping itu, kerajaan juga hanya mengizinkan Iran untuk hadir di tingkat duta besar, seperti dimuat Mirror.

Inggris, bersama dengan sekutu Baratnya, telah berusaha untuk mengisolasi Rusia dan sekutunya Belarusia di panggung dunia dengan sanksi ekonomi dan tindakan lain sebagai tanggapan atas tindakan Moskow.

Sementara Myanmar dan militernya juga menjadi sasaran sanksi Inggris dan tidak diundang untuk menghadiri upacara tersebut.

Proses pemakaman sendiri diperkirakan akan dihadiri oleh sekitar 500 pejabat asing, dengan undangan telah dikirim ke sebagian besar negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Inggris.

Sejumlah pemimpin dunia dari Presiden AS Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden, hingga perdana menteri Kanada, Australia dan Selandia Baru semuanya telah mengkonfirmasi kehadiran untuk acara tersebut.

Diperkirakan, pemakaman ratu akan menjadi salah satu pertemuan diplomatik terbesar Inggris dalam beberapa tahun.

Jurubicara Kremlin Dmitry Peskov pada Jumat (9/9) mengumumkan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak akan menghadiri pemakaman. Namun kehadiran Rusia akan diwakili pejabat tertentu.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya