Berita

Pengacara keluarga almarhum Brigadir Joshua Kamarudin Simanjuntak/Net

Publika

Kasus Ferdy Sambo Terkesan Jalan Di Tempat, Ini Terjadi Karena Ada Permainan?

SELASA, 13 SEPTEMBER 2022 | 14:00 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

KASUS tewasnya Brigadir Joshua Hutabarat yang diduga dilakukan oleh atasannya eks Kadiv Propam Ferdy Sambo menurut pengacara keluarga almarhum Brigadir Joshua Johnson Panjaitan jalan di tempat dan seolah ada yang hendak ditutup-tutupi kembali.

Kita harus memberikan apresiasi kepada pengacara keluarga almarhum Brigadir Joshua Kamarudin Simanjuntak dan tim yang telah melaporkan PC ke kepolisian atas laporan palsu.

Atas keberanian beliau juga akhirnya kasus ini bisa terungkap kepada publik yang tadinya hal ini coba ditutupi dan direkayasa namun akhirnya terbongkar sebanyak 100 orang polisi terlibat kasus ini.


Banyak hal-hal substansial dalam kasus ini seperti obstruction of justice, Satgassus, senjata, keterlibatan 100 orang personil aktif kepolisian tidak tidak diungkap secara jelas dan transparan. Tapi justru tiba-tiba yang muncul adalah uji kebohongan atau lie detector yang merupakan hal yang tidak substansial dalam penanganan dan pengungkapan kasus ini. Hal tersebut tidak pro justicia dalam kasus ini.

Yang lebih banyak diperlihatkan dalam kasus ini adalah lebih pada sidang etik personelnya dan hukumannya tapi tidak pada bagaimana detail obstruction justice yang terjadi.

Padahal hal ini jauh lebih penting untuk diungkap karena ini menyangkut institusi kepolisian dan bukan sekadar masalah personal kepolisian semata.

Masalah Satgassus yang sebelumnya sudah dibubarkan oleh Kapolri juga akhirnya tidak banyak diungkap sejauh ini. Padahal posisi Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam dan merangkap sebagai Ketua Satgassus ini penting sekali diungkap ke publik tentang sejauh mana peran dan keterlibatan Satgassus dalam kasus ini. Begitu pun nantinya akan bisa diungkap tentang sejauh mana aktifitas Satgassus selama ini.  

Belum ditahannya istri Ferdy Sambo Putri Candrawati yang padahal adalah tersangka utama dalam dugaan  pembunuhan rencana serta tidak jelasnya nama tiga Kapolda yang disebut hasil investigasi Tempo juga menjadi pertanyaan pertanyaan oleh publik tentang kasus ini.

Apakah pernyataaan presiden dan Kapolri yang meminta agar kasus ini dibuka seterang terangnya hanya lah lips service belaka. Karena kasus tersebut semakin lama justru semakin membingungkan.

Penulis adalah pakar kebijakan publik Narasi Institute

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya