Berita

Pakar Kebijakan Publik Achmad Nur Hidayat/Net

Publika

Soal BBM, Kenapa 22 Tahun Indonesia Terjebak Perdebatan yang Sama?

SELASA, 13 SEPTEMBER 2022 | 12:20 WIB | OLEH: ACHMAD NUR HIDAYAT

JIKA mengingat pribahasa mengatakan, keledai saja tidak jatuh di lubang yang sama sampai dua kali, ini mungkin pribahasa yang cocok digunakan dalam isu kenaikan BBM saat ini.

Sudah 25 tahun masa reformasi dan selama 22 tahun sejak pemerintahan Gus Dur, narasi yang digunakan pemerintah dalam kenaikan BBM tidak pernah berubah.

Dua alasan yang selalu disampaikan dan diperdebatkan, yaitu pertama subsidi salah sasaran, kedua APBN jebol.


Dan yang juga terjadi saat ini narasi yang digunakan oleh pemerintah masih hal yang sama, bahwa subsidi salah sasaran dan APBN jebol.

Pemerintah sudah berganti-ganti tapi tetap terjebak pada alasan yang sama dan perdebatannya pun sama saja. Artinya, bangsa ini tidak mengalami kemajuan. Indonesia perlu mengadopsi arah baru soal BBM ini.

Yang saat ini jadi penguasa mempertahankan argumennya dan oposisi melawannya, dan saat oposisi berkuasa semuanya berbalik, saat berkuasa menggunakan narasi yang sama.

Rakyat saat ini sudah cerdas, tapi saat rakyat jadi policy makers kecerdasannya seolah-olah hilang, selalu memperdebatkan hal yang sama dengan narasi yang sama.

Dari semua pemerintahan, masa pemerintahan SBY konsisten dalam penentuan harga BBM, saat harga minyak dunia naik ikut naik dan saat harga minyak dunia turun ikut turun.

Tapi yang terjadi di pemerintahan Jokowi saat ini benar-benar mengganggu logika publik, pemerintah menaikan harga BBM saat harga minyak dunia turun. Ada inkonsistensi lagi saat beberapa waktu yang lalu pemerintah menyampaikan bahwa APBN surplus, tapi saat ini mengatakan APBN jebol.

Tapi lebih parah lagi, saat masyarakat menderita akibat BBM naik, Erick Thohir mau menaikkan gaji para karyawan BUMN dengan alasan untuk menghadapi inflasi.

Sementara rakyat tidak bisa menghadapi inflasi tidak dipikirkan. Semestinya jika ada surplus di BUMN, harusnya dijadikan deviden untuk negara sehingga negara bisa disalurkan untuk rakyat secara adil.

Dalam hal ini, mindset pemerintah yang menganggap bahwa subsidi BBM untuk rakyat ini beban harus diubah.

Karena yang sebenarnya pemerintah yang menjadi beban rakyat, sebab rakyat yang membayar pajak dari mulai gaji, kendaraan, belanja, PBB, dan pajak rutin lainnya. Jadi pemerintah tidak akan ada jika tidak dibiayai rakyat.

Pakar Kebijakan Publik Narasi Institute

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya