Berita

Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo/Repro

Publika

Disoal, Polri Bedakan Hasil Lie Detector Komandan dan Ajudan

SENIN, 12 SEPTEMBER 2022 | 17:09 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

HASIL lie detector tiga tersangka, Eliezer, Ricky, dan Kuat diumumkan. Hasil lie detector Sambo dan Putri Candrawathi, serta Susi, tidak. Itu disoal Anggota Komisi III DPR Fraksi Golkar, Supriansa. Mengapa tidak fair?

Supriansa kepada pers, Jumat (9/9) mengatakan:

"Untuk memenuhi rasa keadilan bagi publik, ya... sebaiknya dibuka hasil detektornya semua. Masak, dalam satu kasus ada yang buka hasilnya ke publik, dan ada juga yang tidak dibuka?"


Dilanjut: "Itu artinya terbuka kesempatan bagi publik untuk menafsir sendiri. Dan untuk memenuhi asas transparansi sebagaimana harapan Pak Presiden Jokowi dalam penanganan kasus ini sebaiknya dibuka secara transparan."

Akhirnya: "Tapi sebagai pribadi ya kita serahkan ke tim khusus. Apa yang terbaik untuk penyidikan kasus tersebut."

Dengan mengaitkan antara kasus Duren Tiga dengan harapan Persiden Jokowi, Supriansa menegaskan, bahwa Presiden Jokowi sudah empat kali mengatakan ke publik, bahwa Polri harus membuka kasus ini sejelas-jelasnya. "Jangan ada ditutupi," ujar Jokowi.

Tapi, hanya di hasil lie detector ini yang disoal Anggota Komisi III DPR RI. Selebihnya, penyidikan berjalan terbuka.

Tiga tersangka, Bharada Richard Eliezer (RE), Bripka Ricky Rizal (RR), dan Kuat Ma'ruf (KM) menjalani pemeriksaan lie detector pada Senin, 5 September 2022.

Hasilnya, diumumkan Direktur Tindak Pidana Umum, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi kepada wartawan, Selasa (6/9), begini:  

"Barusan saya dapat hasil sementara uji poligraf terhadap RE, RR, dan KM. Hasilnya no deception indicated, alias jujur."

Apa keterangan tersangka yang dinyatakan jujur? Pengacara Bripka Ricky Rizal, Erman Umar dikonfirmasi wartawan, Minggu, 11 Setember 2022, menceritakan:

Ricky melihat Irjen Ferdy Sambo hanya menembak dinding dan tangga. Bukan menembak Brigadir J (Yosua).

Erman menyatakan, Ricky melihat Bharada Richard Eliezer atau Bharada E yang menembak Brigadir Yosua.

 Erman: "Setelah tembakan, RR menerima panggilan HT (handy talkie) dari ajudan lainnya yang bernama Brigadir Romer."

Romer bertanya ke Ricky melalui HT, apa yang terjadi di dalam rumah? Dari luar terdengar ada suara tembakan. Lalu Ricky mencari Romer. Yang ternyata Romer tidak di dalam rumah (TKP). Melainkan di luar rumah.

Maka, Ricky keluar rumah. Memberitahu Romer, bahwa memang ada penembakan di dalam rumah.

Erman: "Lalu RR (Ricky) masuk rumah lagi. Dan saat itu dia melihat FS (Ferdy Sambo) tembak-tembak tangga dan dinding."

Selasa, 6 September 2022 giliran dua orang diperiksa dengan lie detector. Yakni, tersangka Putri Candrawathi (istri Sambo) dan saksi Susi, asisten rumah tangga keluarga Sambo.

Hasilnya, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo kepada pers di Mabes Polri, Rabu (7/9) mengatakan:

"Untuk hasil lie detector atau poligraf yang sudah dilakukan kemarin terhadap saudari PC (Putri Candrawathi) dan juga saudari S (Susi), sama. Hasil polygraph setelah saya berkomunikasi dengan Puslabfor dan juga operator polygraph, bahwa hasil poligraf atau lie detector itu adalah pro justitia." Artinya, tidak diumumkan.

Alasannya, Dedi: "Itu juga konstruknya penyidik. Kenapa saya bisa sampaikan pro justitia? Setelah saya tanyakan tahunya ada persyaratan, sama dengan Ikatan Dokter Forensik Indonesia. Untuk poligraf itu juga ada ikatan secara universal di dunia, pusatnya di Amerika." Intinya, rumitlah.

Kamis, 8 September 2022 giliran Ferdy Sambo diperiksa lie detector.

Hasilnya, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/9) mengatakan:

"Hasil uji lie detector/poligraf pro justitia untuk penyidik, info Labfor pemeriksaan sampai jam 19.00 WIB (Kamis kemarin)."

Dilanjut: "Hasilnya apakah sudah selesai, itu domainnya Labfor dan penyidik."

Ketimpangan pengumuman hasil lie detector itulah, dinilai Supriansa: Tidak memenuhi rasa keadilan publik. Dan, sampai akhir pekan kemarin, penyidik tetap pada pengumuman tersebut.

Betapa pun, Polri sudah berupaya keras mengungkap kasus ini. Dari semula yang direkayasa para tersangka, jadi seperti sekarang.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya