Berita

Rapat Dengar Pendapat Komisi II DPR RI bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, hingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI/Repro

Politik

Ancaman Hacker Merajalela, Ketua Komisi II DPR RI Minta KPU Perbaharui Sistem Proteksi Data

SENIN, 12 SEPTEMBER 2022 | 16:28 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Ancaman pembobolan data oleh hacker Bjorka, salah satunya penawaran 105 juta data pemilih pemilu yang dia posting di Breach Forum direspon Komisi II DPR RI.

Ketua Komisi DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menyampaikan sejumlah hal mengenai pembobolan data tersebut dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (12/9).

"Kami minta ke KPU untuk selalu memperbaharui sistem proteksi terhadap data-data yang dimiliki itu," ujar Doli di hadapan pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, hingga Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.


Doli menekankan, pihaknya perihatin dengan ancaman pembobolan data yang dilakukan Bjorka ini, karena menghambat proses modernisasi Pemilu.

"Kita waktu itu sering mendorong agar dilakukan proses digitalisasi, termasuk di tahapan pemilu," imbuhnya menegaskan.

Dorongan Komisi II DPR RI terhadap KPU agar memodernisasi proses pemilu, ditegaskan politisi Partai Golkar ini, berpatokan pada dua hal yang menurutnya menjadi syarat keterpenuhan.

"Selalu saya bilang, pertama kenapa kita harus hati-hati? Karena jaringan internet kita belum sampai ke pelosok. Kedua ya ini, jago-jago semua hacker kita ini. Ini akan sangat bahaya," tuturnya.

Maka dari itu, Doli mewanti-wanti KPU RI untuk mencegah pembobolan data agar jangan sampai ke tahap mengganggu.

"Kini belum sampai mengganggu tahapan pemilu. Tapi kalau ini dibiarkan sewaktu-waktu ini bisa jadi mengganggu," demikian Doli.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya