Berita

Raja Charles III/Net

Dunia

Siap Putus dari Kerajaan Inggris, Antigua dan Barbuda akan Gelar Referendum

SENIN, 12 SEPTEMBER 2022 | 09:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hanya beberapa hari setelah Raja Charles III naik tahta, pemerintah Antigua dan Barbuda mengumumkan rencana untuk menggelar referendum yang akan menghilangkan raja Inggris sebagai kepala negara mereka.

Berbicara kepada wartawan, seperti dimuat NPR pada Minggu (11/9), Perdana Menteri Antigua dan Barbuda, Gaston Browne mengumumkan rencana mengadakan referendum dalam tiga tahun ke depan untuk mengubah bentuk negara menjadi republik.

"Ini adalah masalah yang harus dibawa ke referendum agar orang-orang memutuskan. Ini tidak mewakili segala bentuk rasa tidak hormat kepada raja. Ini bukan tindakan permusuhan, atau perbedaan antara Antigua dan Barbuda dan monarki," jelasnya.


"Ini adalah langkah terakhir untuk menyelesaikan lingkaran kemerdekaan untuk menjadi negara yang benar -benar berdaulat," tambah dia.

Selain Inggris, ada 14 negara yang dikenal sebagai negara-negara Persemakmuran yang masih memiliki mengakui pemimpin Kerajaan Inggris yang berkuasa sebagai raja mereka.

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, ada upaya di antara beberapa negara Karibia untuk menghilangkan raja Inggris sebagai kepala negara. Upaya itu menguat dengan desakan agar Inggris meminta maaf atas sejarah perbudakan di wilayah mereka.

Setidaknya enam negara Karibia, termasuk Antigua dan Barbuda serta Jamaika dan Belize, yang telah menyatakan keinginan untuk lepas dari Kerajaan Inggris.

Pada November, Barbados melakukan hal itu. Barbados menghilangkan ratu sebagai kepala negara dan menggantikannya dengan seorang presiden.

Setelah Ratu Elizabeth II meninggal dunia pada Kamis (8/9), putra sulungnya, Charles naik tahta.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya