Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Banyak Mahasiswanya Tak Dapat Visa dari China, India Keluarkan Imbauan

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2022 | 15:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pemerintah India mengeluarkan imbauan kepada mahasiswanya yang telah diterima di sekolah kedokteran China karena puluhan ribu dari mereka tidak mendapatkan visa.

Kedutaan Besar India di Beijing mencatat ada lebih dari 23 ribu mahasiswa India yang terdaftar di berbagai universitas China yang terkena dampak larangan visa akibat kebijakan Zero Covid.

"Kedutaan Besar India di Beijing telah menerima beberapa pertanyaan dari calon siswa India dan orangtua mereka sehubungan dengan penerimaan untuk program sarjana kedokteran klinis di China," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (8/9).


Pada Juli, China mengatakan pihaknya telah membuat kemajuan dalam memfasilitasi kembalinya siswa India dan bekerja sama dengan departemen terkait untuk melihat bahwa angkatan pertama siswa India dapat kembali belajar di China secepatnya.

Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar India membagikan tautan ke studi yang dilakukan oleh Badan Ujian Nasional. Disebutkan bahwa hanya 6.387 dari 40.417 siswa, yang muncul dalam Ujian FMG dari 2015 hingga 2021 yang lulus.

"Di sini, persentase kelulusan mahasiswa India yang telah belajar program kedokteran klinis di China pada periode tersebut di 45 universitas tersebut hanya 16 persen," kata kedutaan, seperti dimuat ANI News.

Rendahnya kelulusan lantaran mahasiswa India yang mengejar kedokteran tidak dapat kembali ke China untuk menghadiri kelas karena pembatasan Covid-19.

Selama pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Wang Yi di sela-selan pertemuan G20, Menteri Luar Negeri S. Jaishankar menekankan perlunya percepatan proses pemulangan mahasiswa India ke China untuk mengikuti perkuliahan lebih awal.

Untuk memfasilitasi kembalinya siswa India, Jaishankar bertemu dengan Wang Yi pada 25 Maret.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya