Berita

Tangkapan layar ketika Raja Charles III berlaku kasar pada pelayan/Net

Dunia

Baru Naik Takhta, Raja Charles Dibanjiri Kritik karena Belaku Kasar pada Pelayan

MINGGU, 11 SEPTEMBER 2022 | 13:36 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Media sosial dibanjiri dengan kritik terhadap pemimpin Kerajaan Inggris yang baru, Raja Charles III. Itu terjadi setelah video perlakuan kasar sang raja terhadap pelayan-pelayannya tersebar.

Perlakuan kasar dari Charles terjadi ketika ia menandatangani dokumen yang secara resmi menyatakan ia sebagai raja baru yang berkuasa di Inggris pada Sabtu (10/9).

Video menunjukkan beberapa perlakuan kasar Raja Charles III, seperti mengusir pelayan dengan tangan, hingga memerintahkan pelayan memindahkan pena dan kota tinta di atas meja.


Tindakan itu terekam kamera yang disiarkan secara langsung dan ditonton oleh puluhan juta orang.

Sebuah akun mengunggah cuplikan video tindakan raja sembari memberikan komentar menohok. Unggahan itu telah mendapat 6 juta tampilan dalam kurun waktu kurang dari sehari.

"Memberi isyarat kepada seorang ajudan dengan gigi terkatup untuk memindahkan sesuatu dari jalannya," begitu keterangan video itu.

Di kolom komentar, banyak akun yang kemudian mengkritik raja. Bahkan menyebut relevansi monarki Inggris menurun.

"Pelayan harus membersihkan meja saya untuk saya. Saya tidak bisa diharapkan untuk memindahkan barang-barang," sindir satu akun.

"Bayangkan menghormati siapa pun yang memperlakukan manusia lain seperti ini," kata komentar lainnnya.

Raja Charles III naik takhta usai sang ibu, Ratu Elizabeth II, meninggal dunia pada Kamis (8/9) setelah kesehatannya menurun.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

UPDATE

PBB Harus Bertindak Usai TNI Gugur dalam Serangan Israel

Senin, 30 Maret 2026 | 16:08

Apel Perdana Pasca Lebaran, Sekjen DPD Minta Kinerja Pegawai Dipercepat

Senin, 30 Maret 2026 | 16:06

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR: Ini Menyakitkan

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Penerbangan Langsung Tiongkok-Korut Kembali Dibuka Setelah Vakum Enam Tahun

Senin, 30 Maret 2026 | 16:04

Cak Imin Kritik Cara Pandang Aparat dalam Kasus Amsal Sitepu

Senin, 30 Maret 2026 | 16:01

Pemprov DKI Segera Susun Aturan Turunan PP Tunas

Senin, 30 Maret 2026 | 15:53

Lebaran Selesai, Kemenkop Gaspol Operasionalisasi Kopdes Merah Putih

Senin, 30 Maret 2026 | 15:45

Komisi II Kulik Proker hingga Renstra KPU-Bawaslu-DKPP

Senin, 30 Maret 2026 | 15:40

Target Pengesahan RUU Hukum Acara Perdata Masih Abu-Abu

Senin, 30 Maret 2026 | 15:31

Wamenhaj RI Bahas Antisipasi Biaya dan Logistik Haji 2026 dengan Arab Saudi

Senin, 30 Maret 2026 | 15:29

Selengkapnya