Berita

Ilustrasi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik Pertamina/Net

Politik

Harga BBM Disesuaikan, Saatnya Distribusi Subsidi Diperbaiki

JUMAT, 09 SEPTEMBER 2022 | 19:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penyesuaian harga BBM perlu menjadi momentum perbaikan struktur pemberian subsidi dari pemerintah.

Pakar ekonomi dari Universitas Airlangga Surabaya, Wisnu Wibowo mengatakan, kenaikan harga BBM sejatinya akan dilakukan pemerintah sejak Maret lalu lantaran besarnya disparitas antara asumsi harga BBM di APBN dengan harga minyak dunia.

Namun saat itu, kata dia, pemerintah menilai waktunya belum tepat karena mendekati puasa dan Hari Raya Idulfitri sehingga dikhawatirkan akan semakin menambah beban masyarakat.


Wisnu mengamini saat ini ada penurunan harga minyak dunia sekitar 85 dolar AS per barel. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa asumsi APBN untuk BBM hanya 63 dolar per barel.

"Ini yang membuat sistem fiskal kita jebol. Jadi penyesuaian harga ini adalah alternatif yang bisa ditempuh pemerintah untuk menyelamatkan APBN kita," kata  Wisnu Wibowo kepada wartawan, Jumat (9/9).

Di sisi lain, penyesuaian harga BBM bisa menjadi momen memperbaiki alokasi dan struktur pemberian subsidi kepada masyarakat. Selama ini, masih banyak masyarakat di luar kelompok tersasar yang ikut menikmati subsidi BBM.

Dia mencontohkan, kendaraan di atas 2.000 CC masih ada yang mengonsumsi BBM subsidi jenis Pertalite. Berkurangnya disparitas harga antara Pertalite dan Pertamax juga diharapkan membuat kelompok masyarakat mampu beralih ke BBM nonsubsidi.

Dikatakan Wisnu, uji coba pendaftaran kendaraan melalui laman Pertamina juga menjadi peluang bagi pemerintah membangun database kepada masyarakat yang layak menerima subsidi.

"Ketika database siapa yang layak menerima subsidi sudah terbangun dengan pendekatan digitalisasi data, pemerintah akan semakin berani memberikan subsidi karena potensi kebocoran lebih bisa dikendalikan," tutupnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Wall Street Merah Sambut Keputusan The Fed

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:21

Piutang Pajak Tidak Tertagih Tembus Rp47,4 Triliun di Akhir 2025

Kamis, 30 Juli 2026 | 08:02

Perpres Baru Bakal Jadi Landasan Utama Tata Kelola Distribusi LPG 3 Kg

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:45

AS Jatuhkan Sanksi Baru ke Jaringan IRGC di Selat Hormuz

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:30

The Fed Tahan Suku Bunga di 3,5-3,75 Persen

Kamis, 30 Juli 2026 | 07:16

Bursa Eropa Melemah, Sektor Barang Mewah Seret Pergerakan Pasar

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:59

AMG Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern Pertama di Indonesia

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:54

MUI Segera Bawa Naskah RUU Anti-LGSP ke DPR dan Pemerintah

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:28

Pembakar Rumah Hakim PN Medan Divonis 6 Tahun Penjara

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:13

Operator Jangan Bebankan Biaya Tambahan Pasca Putusan MK

Kamis, 30 Juli 2026 | 05:43

Selengkapnya