Berita

Menteri Perdagangan RI, Zulkifli Hasan memantau harga telur di Pasar Koja Baru, Jakarta Utara/Dok Kemendag

Suara Mahasiswa

Harga Telur Melonjak, Bukti Negara Abai Mengurusi Kebutuhan Rakyat

OLEH: ASA MANAFIA MUMTAZA*
KAMIS, 08 SEPTEMBER 2022 | 10:13 WIB

SUDAH menjadi rahasia umum jika telur merupakan salah satu sumber pangan utama yang selalu dicari oleh para ibu rumah tangga. Selain karena harganya yang terjangkau, manfaat dari telur juga tidak dapat dipandang remeh.

Sayangnya, beberapa waktu terakhir pada hampir seluruh wilayah Indonesia terjadi kenaikan harga telur yang membuat masyarakat resah, utamanya para ibu rumah tangga.

Kenaikan harga telur ayam kali ini disebut-sebut sebagai kenaikan harga tertinggi sepanjang sejarah, dikutip dari Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN), Alvino Antonio melalui kompas.com, (23/8/2022).


Yang menjadi kontroversi adalah pernyataan menteri perdagangan dan pejabat lain terkait kenaikan harga telur yang seolah-olah tidak memiliki hati nurani.

Menurut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, kenaikan harga telur diakibatkan oleh adanya bantuan sosial. Katanya, permintaan telur dari Kemensos untuk keperluan bansos membuat tuntutan permintaan telur ayam tinggi sehingga menyebabkan kenaikan harga.

Ia mengaku bahwa harga telur sudah sangat tinggi sejak ia menjabat sebagai Menteri Perdagangan, yaitu mencapai harga Rp 32.00 per kg.

Di lain sisi, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berkata bahwasanya kenaikan harga telur disebabkan oleh harga pakan ternak yang naik. Ia menyebutkan harga jagung di pasar internasional melonjak mencapai 19 persen dibandingkan tahun 2021. Sementara itu, perang antara Rusia dan Ukraina yang tak kunjung usai menyebabkan distribusi gandum terkendala.

Bhima menuturkan, jika pemerintah tidak mewaspadai terkait kenaikan harga telur ayam, dapat menyebabkan inflasi harga bahan pangan menjadi lebih tinggi.

Menurut Eko Sugitno, peternak ayam telur asal Purbalingga menyebutkan bahwa turunnya produksi telur membuat persediaan telur di pasaran tidak sesuai dengan permintaan konsumen. Ia berkata bahwa para peternak memotong populasi karena kerugian yang dialami pada periode September 2021 sampai April 2022.

Para peternak rugi karena banyak pemodal besar yang mendadak membuka peternakan telur ayam sendiri. Hal ini disebabkan oleh permintaan yang tinggi dan kebijakan pemerintah yang memberikan bantuan sosial berupa bahan pangan.

Kebijakan tersebut tidak berlanjut sehingga menyebabkan terjadinya over populasi. Hal tersebut membuat para peternak harus banting harga sehingga menyebabkan kerugian besar sampai gulung tikar.

Sementara itu, diadopsinya liberalisasi perdagangan sebagai konsekuensi bergabungnya Indonesia dalam WTO mengakibatkan Indonesia mau tidak mau harus terikat untuk mengimplementasikan Agreement on Agriculture.

Indonesia harus melakukan pengurangan subsidi ekspor, pengurangan subsidi dalam negeri, dan membuka akses pasar. Dampaknya, Indonesia menjadi diserbu produk-produk impor, salah satunya adalah jagung yang merupakan sumber pakan ternak. Jika bahan impor mengalami kenaikan harga, otomatis harga pakan ternak pun naik.

Pakan ternak di Indonesia juga memiliki permasalahannya sendiri. Banyak produsen besar yang juga memproduksi pakan ternak. Mereka merupakan peternak raksasa yang memproduksi pakan ternak dalam jumlah besar.

Hal ini menyebabkan harga telur naik, sebab sektor produksi pakan ternak dikuasai oleh para kapitalis korporasi besar. Mau tidak mau, peternak dalam negeri pun harus membeli pakan ternak dari para kapitalis tersebut.

Islam sebagai Solusi Problematika Kenaikan Harga

Bukan hanya sekali dua kali harga pangan naik yang membuat warga kian hari kian tercekik. Oleh sebab itu, umat butuh sebuah pemerintahan yang dapat mewujudkan kesejahteraan pangan. Tentunya hal ini tidak akan terwujud jika kita masih terus berada dalam sistem dimana para pemilik modal selalu diuntungkan dalam segala hal.

Seharusnya, pemerintah bertanggung jawab atas segala hajat hidup warganya, bukan hanya memberikan pernyataan-pernyataan tanpa empati. Rasulullah SAW bersabda:

"Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya." (HR Muslim dan Ahmad).

Islam menjamin seluruh kebutuhan pangan setiap individu warganya. Islam juga menjamin dalam mengatur ketersediaan stabilitas harga pangan hasil ternak. Islam tidak akan tebang pilih dengan hanya memprioritaskan para pemilik modal dan juga akan membatasi keterlibatan korporasi asing.

Sebab dalam Islam, tidak akan dibiarkan terjadi ketidakadilan sekecil apa pun dalam tata negaranya. Maka sudah semestinya kita sebagai muslim memilih untuk menerapkan aturan Islam yang mengatur segala aspek kehidupan.

Dalam Islam, negara berperan penting dalam hal mewujudkan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah menjamin kebutuhan pangan para warganya.

Wallahu a'lam bishshawab.

*Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya