Berita

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan/Net

Politik

Subsidi BBM Disesuaikan untuk Perkuat Perlindungan Sosial di Tengah Dinamika Global

SELASA, 06 SEPTEMBER 2022 | 18:17 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Langkah pemerintah untuk memperkuat program perlindungan sosial kepada masyarakat tidak mampu di tengah turbulensi geopolitik dunia sangat penting dilakukan.

Dikatakan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, penguatan perlindungan sosial yang dilakukan pemerintah salah satunya dengan menyesuaikan kembali anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM).

"Data analisis intelijen ekonomi menunjukkan situasi global saat ini akan terus memberikan tekanan ekonomi ke seluruh negara, dan dampaknya terutama akan sangat terasa di kalangan yang rentan secara ekonomi," ujar Budi Gunawan dalam keterangannya, Selasa (6/9).


Budi menyampaikan, kenaikan harga pangan dan kebutuhan dasar sehari-hari, bisa dengan mudah menjadikan masyarakat rentan semakin turun ke level kemiskinan akut dan bahkan absolut.

Atas pertimbangan itulah, sambungnya, Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi energi yang kurang efektif karena dinikmati oleh kalangan yang secara ekonomi lebih kuat menghadapi tekanan, yaitu kalangan mampu.

"Negara harus hadir memberikan perlindungan efektif. Ini yang melatarbelakangi keputusan pengalihan subsidi ini, agar fokus ke kelompok yang paling membutuhkan," terangnya.

Hal senada, pernah disampaikan ekonom Faisal Basri. Katanya, program subsidi BBM selama ini memang tidak tepat sasaran karena nyatanya tidak banyak masyarakat miskin menikmati itu.

Bahkan, kata Faisal, sebagian besar atau hampir 70 persen penikmat subsidi BBM subsidi adalah kalangan mampu dengan bermacam kendaraan pribadi.

"Subsidi BBM tampak tidak sejalan dengan tujuan tersebut karena ternyata orang miskin sedikit menggunakan BBM dari pada orang kaya. Sementara itu, subsidi BBM membutuhkan anggaran sangat besar," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya